Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Likud Gantung Baliho Kontroversial: Netanyahu Dihujat oleh Tokoh Global, Ancaman pada Pemilu Oktober!

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Likud Gantung Baliho Kontroversial: Netanyahu Dihujat oleh Tokoh Global, Ancaman pada Pemilu Oktober!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Baliho kampanye Likud di Tel Aviv menampilkan lawan politik internasional seperti BenjaminNetanyahu, Iran, Turki, dan Hizbullah.
  • Pesan Ibrani “Mereka ingin Netanyahu kalah, jangan biarkan mereka menang” ditujukan untuk menggalang dukungan internal menjelang PemilihanUmumOktober.
  • Para analis memperingatkan pergeseran sayap kanan Likud dapat menggerus peluang BenjaminNetanyahu mempertahankan kekuasaan.

Tel Aviv – Partai Likud yang dipimpin BenjaminNetanyahu meluncurkan baliho kampanye berani di pusat kota. Gambar-gambar yang dipajang menampilkan MojtabaKhamenei (Pemimpin Tertinggi Iran), ZohranMamdani (Wali Kota New York), TayyipErdogan (Presiden Turki), dan NaimQassem (pemimpin Hizbullah). Di bawah gambar‑gambar itu, tertera slogan berbahasa Ibrani: “Mereka ingin Netanyahu kalah, jangan biarkan mereka menang”.

Strategi visual ini bukan sekadar provokasi semata. Dengan menyoroti tokoh‑tokoh yang secara tradisional dipandang berseberangan dengan kebijakan Netanyahu, Likud berusaha menumbuhkan rasa kebangsaan dan menegaskan bahwa ancaman eksternal dapat menjadi pemersatu di dalam negeri. Pada saat yang sama, partai sedang menyiapkan PemilihanUmumOktober, di mana internal Likud diprediksi akan mengalami pergeseran ke kanan yang lebih tajam.

Para pengamat politik menilai bahwa penggunaan simbol-simbol geopolitik ini dapat menimbulkan dua efek berlawanan. Di satu sisi, ia dapat memperkuat basis pemilih konservatif yang menganggap ancaman dari Iran, Turki, atau Hizbullah sebagai alasan kuat untuk mendukung kebijakan keamanan keras Netanyahu. Di sisi lain, pendekatan ini berisiko menyinggung pemilih moderat yang lelah dengan retorika konfrontatif dan lebih mengutamakan stabilitas ekonomi serta hubungan luar negeri yang pragmatis.

Analisis Pakar

Sebagai ekonom makro, saya melihat langkah Likud ini sebagai upaya mengalihkan fokus publik dari tekanan ekonomi domestik ke narasi keamanan nasional. Israel tengah menghadapi inflasi yang masih di atas target Bank Sentral, serta ketidakpastian pasar energi akibat konflik di wilayah Gaza. Dengan menonjolkan “musuh bersama”, pemerintah berusaha menurunkan sensitivitas pemilih terhadap isu‑isu ekonomi yang sebenarnya lebih mendesak bagi kelas menengah.

Namun, strategi ini memiliki batas. Investor internasional menilai stabilitas politik Israel sebagai faktor kunci dalam penentuan risiko suku bunga dan aliran modal. Jika kampanye ini memicu polarisasi yang berlebihan, dapat menurunkan kepercayaan pasar, memperlebar spread obligasi Israel, dan menambah biaya pinjaman pemerintah. Di sisi lain, jika berhasil menggalang dukungan kuat bagi Netanyahu, kebijakan fiskal yang agresif—seperti paket stimulus untuk sektor teknologi—bisa terus berjalan, mendukung pertumbuhan GDP yang diproyeksikan mencapai 3,2% tahun depan.

Selain itu, menampilkan tokoh‑tokoh seperti MojtabaKhamenei dan TayyipErdogan dalam satu panel visual menandakan bahwa Likud tidak hanya menargetkan pemilih domestik, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada sekutu Barat, khususnya Amerika Serikat, bahwa Israel tetap berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang keras. Ini dapat memengaruhi alokasi bantuan militer AS dan, pada gilirannya, memengaruhi neraca perdagangan pertahanan Israel.

Kesimpulannya, baliho ini lebih dari sekadar stunt politik; ia merupakan instrumen manuver risiko politik‑ekonomi. Jika Netanyahu berhasil mengamankan mayoritas di PemilihanUmumOktober, kita dapat mengharapkan kebijakan keamanan yang konsisten, namun dengan tekanan inflasi yang tetap tinggi. Sebaliknya, kegagalan dapat membuka ruang bagi koalisi yang lebih moderat, yang mungkin akan menurunkan belanja pertahanan dan mengalihkan fokus pada reformasi struktural ekonomi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tujuan utama baliho Likud yang menampilkan tokoh‑tokoh internasional?
    A: Untuk memicu rasa kebangsaan, menekankan ancaman eksternal, dan menggalang dukungan pemilih konservatif menjelang PemilihanUmumOktober.
  • Q: Bagaimana baliho ini dapat memengaruhi pasar keuangan Israel?
    A: Jika meningkatkan polarisasi, risiko politik dapat memperlebar spread obligasi dan menaikkan biaya pinjaman pemerintah; sebaliknya, kemenangan Netanyahu dapat menjaga kebijakan fiskal ekspansif.
  • Q: Apakah langkah ini akan mengubah hubungan Israel dengan Amerika Serikat?
    A: Kemungkinan besar tidak secara signifikan; namun, menampilkan tokoh‑tokoh seperti MojtabaKhamenei dan TayyipErdogan menegaskan posisi keras Israel, yang dapat memperkuat dukungan militer AS.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸