Prabowo Usulkan Empat Calon Dewan Gubernur BI: Dampak Besar bagi Kebijakan Moneter Indonesia
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- Presiden Prabowo Subianto mengirim Surat Presiden ke DPR berisi empat nama calon Dewan Gubernur Bank Indonesia.
- Calon Gubernur utama adalah Destry Damayanti, sementara Aida S. Budiman diusulkan sebagai Deputi Gubernur Senior.
- Dua nama lagi, Solihin M. Juhro dan M. Anwar Bashori, diajukan untuk posisi Deputi Gubernur BI, dan proses persetujuan akan dimulai pada sidang DPR 14 Agustus 2026.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengonfirmasi bahwa Surat Presiden (Surpres) yang memuat usulan tersebut akan diproses sesegera mungkin setelah pembukaan masa sidang pada 14 Agustus 2026. Menurutnya, DPR akan menilai kelayakan masing‑masing calon sebelum mengirimkan rekomendasi final ke Istana untuk dilantik.
Dalam konferensi pers di Gedung Nusantara, Senayan, Puan menyebutkan nama‑nama yang diusulkan Presiden: Destry Damayanti sebagai calon Gubernur, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, serta Solihin M. Juhro dan M. Anwar Bashori untuk dua posisi Deputi Gubernur.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemilihan Destry Damayanti didasarkan pada rekam jejaknya yang mencakup puluhan tahun di sektor keuangan serta dua periode menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. "Rekam jejak beliau, dari akademik hingga praktik kebijakan moneter, menjadi faktor utama," ujarnya di Istana Merdeka.
Saat ini, Destry masih menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI. Usulan tersebut resmi diserahkan ke pimpinan DPR pada 10 Agustus 2026 melalui Surpres, menandai langkah penting dalam penataan kepemimpinan bank sentral menjelang pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.
Analisis Pakar
Penunjukan Destry Damayanti kembali ke kursi Gubernur BI menandakan kesinambungan kebijakan moneter yang telah terbukti stabil selama masa pandemi. Pengalaman dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika inflasi, nilai tukar, dan likuiditas pasar. Bagi pelaku bisnis, kepastian kebijakan suku bunga yang tidak berubah secara drastis akan menurunkan biaya pinjaman dan memperkuat kepercayaan investasi.
Namun, kehadiran Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior menambah dimensi baru. Budiman dikenal sebagai pakar kebijakan fiskal‑moneter yang menekankan koordinasi antara pemerintah dan bank sentral. Jika sinergi ini terwujud, Indonesia dapat mempercepat proses penurunan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi, sebuah tantangan utama mengingat tekanan harga pangan dan energi global.
Calon Deputi Gubernur Solihin M. Juhro dan M. Anwar Bashori masing‑masing membawa latar belakang sektor perbankan komersial dan pasar modal. Kombinasi keahlian mereka dapat memperkuat kerangka pengawasan sistemik, terutama dalam mengantisipasi risiko kredit yang muncul dari penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Bagi investor, sinyal ini berarti regulasi yang lebih pro‑aktif dan transparan, yang pada gilirannya dapat menurunkan volatilitas pasar.
Secara makro, proses persetujuan DPR menjadi indikator politik stabilitas kebijakan moneter. Jika DPR menyetujui semua nama tanpa perdebatan panjang, pasar akan menafsirkan hal ini sebagai dukungan politik kuat terhadap agenda reformasi BI. Sebaliknya, penundaan atau penolakan dapat memicu spekulasi nilai tukar dan meningkatkan premi risiko sovereign. Oleh karena itu, para pelaku pasar sebaiknya memantau agenda sidang DPR pada 14 Agustus 2026 dengan seksama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa yang akan menjadi Gubernur Bank Indonesia selanjutnya?
A: Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon definitif, yang akan diproses DPR sebelum dilantik. - Q: Apa peran Deputi Gubernur Senior dalam kebijakan moneter?
A: Deputi Gubernur Senior membantu Gubernur dalam merumuskan kebijakan suku bunga, mengawasi stabilitas nilai tukar, dan mengkoordinasikan kebijakan dengan otoritas fiskal. - Q: Bagaimana proses persetujuan calon Dewan Gubernur BI di DPR?
A: DPR akan menilai kelayakan masing‑masing calon melalui rapat komisi, kemudian mengirimkan rekomendasi final ke Presiden untuk pelantikan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pemerintah Petik Pajak Rp2,18 T dari Kripto, Fintech Tembus Rp5,4 T

Harga Minyak Turun ke US$111,84 di Tengah Harapan Damai Iran-AS

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
