Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Basarnas Akhiri Pencarian KMP Mutiara Sentosa II: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Perairan Madura?

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Basarnas Akhiri Pencarian KMP Mutiara Sentosa II: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Perairan Madura?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Setelah empat hari penyisiran intensif, Basarnas menutup operasi monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara PulauMadura.
  • Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, menyatakan tidak ada lagi indikasi korban atau bangkai kapal yang belum terdeteksi.
  • Jumlah korban akhir tercatat 238 orang, dengan 233 selamat dan 5 meninggal, setelah evakuasi oleh armada gabungan militer, kapal niaga, dan KRI.

Operasi pencarian KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar pada 5 Agustus 2024 di perairan utara Madura menjadi sorotan publik setelah menelan 238 penumpang. Pada hari ketujuh, Basarnas resmi menghentikan fase monitoring aktif dan beralih ke status siaga, menyatakan tidak ada jejak kapal atau korban yang masih hilang.

Menurut Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, keputusan itu diambil setelah empat hari penyisiran intensif menggunakan armada laut dan udara. “With tidak adanya tanda‑tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif,” ujarnya kepada Antara pada 9 Agustus.

Tim pencarian mengerahkan KN SAR 249 Permadi serta satu unit RIB Pos SAR Sumenep untuk menelusuri jalur laut, sementara helikopter AW139 HR1301 melayang di atas area pencarian, memperluas cakupan visual. Upaya ini bertujuan mengidentifikasi sisa-sisa bangkai kapal atau orang yang terperangkap di puing‑puing.

Setelah operasi pencarian beralih ke fase kesiapsiagaan, Basarnas menyiapkan personel dalam posisi standby untuk menanggapi potensi darurat lain di wilayah tersebut. Keputusan ini sejalan dengan arahan Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, yang sebelumnya mengumumkan bahwa seluruh 238 korban telah terdata dan dievakuasi.

Data evakuasi menunjukkan kontribusi signifikan dari kapal niaga dan militer: KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 110 penumpang, TB Hasnur 62, KN Permadi 9, Selaras Mas 13, KRI Nala 30, dan KMP Mutiara Ferindo I 8. Lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar (2), KRI Nala (2), dan KMP Mutiara Ferindo I (1).

Analisis Pakar

Keputusan Basarnas untuk menutup monitoring aktif menimbulkan pertanyaan mendasar tentang transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan bencana maritim di Indonesia. Meskipun pihak SAR mengklaim tidak ada lagi jejak korban, fakta bahwa operasi pencarian memakan waktu empat hari penuh menandakan adanya keterbatasan dalam deteksi teknologi, terutama di perairan yang dikenal berombak dan berpasir.

Selanjutnya, koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, and militer tampak masih bergantung pada prosedur manual. Sinkronisasi data manifest yang baru selesai setelah hampir seminggu menandakan adanya celah dalam sistem pelaporan penumpang. Tanpa data yang akurat sejak awal, upaya penyelamatan menjadi reaktif, bukan proaktif.

Penggunaan armada gabungan—kapal niaga, KRI, dan helikopter—menunjukkan potensi sinergi yang belum optimal. Seringkali, kapal niaga dipaksa menempati peran SAR karena keterbatasan aset militer di wilayah perairan sempit. Hal ini menimbulkan risiko keselamatan bagi awak kapal niaga yang tidak dilatih khusus untuk operasi penyelamatan di kondisi darurat.

Terakhir, keputusan beralih ke status siaga harus dipertimbangkan dengan hati‑hati. Meskipun tidak ada korban yang hilang, potensi bahaya lingkungan (misalnya tumpahan bahan bakar) dan risiko kecelakaan tambahan masih mengintai. Pemerintah daerah dan pusat perlu mengaudit prosedur SAR secara menyeluruh, memperkuat sistem pelaporan penumpang, serta meningkatkan kapasitas teknologi pencarian—seperti sonar dan drone—untuk menghindari tragedi serupa di masa depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Basarnas menutup operasi monitoring aktif setelah empat hari?
    A: Karena tidak ada lagi indikasi keberadaan kapal atau korban yang belum terdeteksi selama penyisiran intensif.
  • Q: Berapa total korban KMP Mutiara Sentosa II dan berapa yang selamat?
    A: Total 238 penumpang; 233 selamat dan 5 meninggal dunia.
  • Q: Apa peran kapal militer dan niaga dalam evakuasi?
    A: Kapal niaga seperti KM Meratus Pematang Siantar dan TB Hasnur mengevakuasi mayoritas penumpang, sementara KRI Nala serta KN Permadi membantu pencarian dan evakuasi tambahan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸