Menekraf Percepat Aktivasi 80 Desa Kreatif dengan Fokus pada Talenta Akar Rumput

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa strategi pengembangan ekonomi kreatif di tingkat desa harus berangkat dari penguatan fondasi di akar rumput. Pendekatan ini ditekankan melalui pengasahan talenta lokal, pelestarian jenama daerah, serta peningkatan nilai tambah pada produk kreatif yang telah ada. Riefky menyatakan komitmen ini diwujudkan melalui Program Aktivasi Desa Kreatif yang menjangkau 80 desa di seluruh Indonesia, dengan tahapan yang meliputi penguatan kapasitas, pendampingan intensif, inkubasi bisnis, hingga fasilitasi akses pasar lokal dan global.
Penguatan Komprehensif di Kebumen
Implementasi program ini terlihat nyata di wilayah Kebumen, Jawa Tengah, yang kini menjadi fokus pembinaan potensi ekonomi kreatif. Di Desa Adiluhur, terdapat lima kegiatan strategis yang menyentuh berbagai subsektor, mulai dari sulih suara, konten digital, penyiaran, literasi bisnis, hingga jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di ruang sulih suara, peserta dibimbing oleh praktisi industri dari Voice People Jogja, Iqbal Fais, untuk mengasah teknik vokal, seni bercerita, hingga kemampuan public speaking secara profesional.
Inkubasi Bisnis dan Akses Pasar
Dimensi bisnis juga menjadi prioritas utama melalui kelas Literasi Bisnis, di mana pelaku usaha dibekali keterampilan manajerial, pengelolaan keuangan, serta strategi akses pembiayaan untuk menjamin keberlanjutan usaha. Selain itu, Menteri Ekraf meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Adiluhur untuk menyaksikan langsung program Sinergi Inkubasi Akselerasi dan Penguatan (SIAP) Talenta Jasa TIK. Program ini dirancang untuk membangun reputasi dan citra profesional peserta agar mampu menjangkau klien dengan standar nasional.
Komitmen pemerintah untuk tidak hanya membangun desa secara fisik, tetapi memperkuat dukungan terhadap talenta dan produk industri kreatif, menjadi arahan utama yang disampaikan Presiden. Dengan integrasi antara keterampilan teknis dan literasi bisnis, desa-desa kreatif diharapkan dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi yang berdaya saing tinggi, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

200 Warga Pondok Bambu Ikuti Sosialisasi Jemput Bola Perlindungan Sosial dan Desil

Ancol Transformasi Masjid Apung An-Nur Jadi Pusat Ibadah dan Silaturahmi Sosial

Cegah Balap Liar, Pemkot Jaksel Tutup Lima Akses JLNT Antasari Saat Akhir Pekan
