Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 500 Pejuang Houthi dalam 24 Jam, Krisis Kemanusiaan Memburuk

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 500 Pejuang Houthi dalam 24 Jam, Krisis Kemanusiaan Memburuk
BAGIKAN:

Militer Yaman baru-baru ini mengumumkan klaim signifikan atas keberhasilan mereka dalam menekan kekuatan kelompok Houthi, dengan menyatakan telah melumpuhkan hampir 500 pejuang dan komandan lapangan dalam kurun waktu 24 jam. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Majed al-Nuzaili, juru bicara militer Yaman, pada hari Minggu (1/11), sebagai bagian dari laporan pertempuran terkini di berbagai front pertempuran di negara tersebut. Selain melumpuhkan personel, operasi intensif tersebut juga dilaporkan telah menghancurkan atau merusak 169 kendaraan, peralatan militer, serta senjata berat milik pihak Houthi.

Operasi Fajar Yaman dan Penaklukan Wilayah Strategis

Dilakukan dalam kerangka Operasi Fajar Yaman, serangan tersebut menyasar sejumlah posisi kunci Houthi termasuk pasukan tambahan, benteng pertahanan, posisi tembak, dan jalur logistik penting. Al-Nuzaili menjelaskan bahwa langkah militer ini bertujuan untuk mendukung kemajuan pasukan darat serta merebut kembali posisi strategis di front Al-Jawf di Yaman utara, termasuk kawasan pegunungan Huwayshian yang diklaim sebagai garis pertahanan terdepan bagi ibu kota provinsi Al-Hazm. Di wilayah selatan, pasukan pemerintah bersama kelompok perlawanan rakyat (Popular Resistance) terlibat pertempuran sengit di Taiz dengan dukungan udara dari pesawat tempur, drone, dan artileri, sementara operasi militer juga terus berlangsung di Marib, Al-Bayda, dan Lahj.

Di balik klaim kemenangan militer tersebut, terdapat biaya kemanusiaan yang tinggi bagi warga sipil. Kementerian Dalam Negeri Yaman melaporkan bahwa serangan drone Houthi terhadap sebuah rumah di wilayah barat Taiz telah menewaskan seorang perempuan dan seorang anak perempuan, serta melukai satu perempuan lainnya. Meskipun militer mengklaim telah mengambil langkah pencegahan untuk melindungi infrastruktur sipil, eskalasi konflik sejak Juli lalu tercatat telah menewaskan dan melukai ribuan orang serta memaksa lebih dari 250.000 warga untuk mengungsi, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berakhirnya Periode Tenang dan Ancaman Krisis Berkepanjangan

Situasi keamanan di Yaman kini menjadi sangat kritis setelah berakhirnya periode relatif tenang yang berlangsung sejak April 2022. Operasi Fajar Yaman yang diluncurkan sejak 5 Oktober bertujuan untuk memulihkan kendali pemerintah atas lembaga-lembaga negara dan merebut kembali ibu kota Sanaa dari cengkeraman Houthi. Konflik yang telah melanda Yaman sejak September 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi, kini kembali memanas dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama, menjadikan skala pengungsian dan kerusakan infrastruktur sebagai tantangan utama bagi masyarakat Yaman.

Meow! Tanya Nesi!
😸