Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BRIN Luncurkan Sepatu Karet Murah Rp80 Ribu, Presiden Prabowo Tiba-tiba Jadi Pembeli Utama!

EkonomiSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Nasional
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

BRIN Luncurkan Sepatu Karet Murah Rp80 Ribu, Presiden Prabowo Tiba-tiba Jadi Pembeli Utama!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BRIN mengumumkan produksi sepatu karet dengan harga di bawah Rp80 ribu.
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah memesan produk tersebut secara pribadi.
  • BRIN mencari mitra industri untuk meningkatkan skala produksi dan menargetkan pasar sekolah rakyat.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satriam, memperlihatkan sepatu buatan lembaga tersebut saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Kamis (6/8). Menurut Arif, sepatu ini terbuat dari karet dan diproduksi di Serpong dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp75 ribu hingga lebih dari Rp100 ribu tergantung motif dan bahan.

“Ini sepatu BRIN produk lokal, ini pak presiden juga pesan, BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu,” ujar Arif di lokasi. Ia menegaskan bahwa harga utama berada di bawah Rp80 ribu, menjadikannya salah satu alternatif paling murah di pasar domestik.

Arif menambahkan bahwa BRIN sedang aktif mencari mitra industri untuk memperluas kapasitas produksi. “Kita arahnya untuk membantu Sekolah Rakyat,” katanya, menandakan ambisi lembaga untuk menjadikan sepatu ini sebagai solusi alas kaki bagi pelajar di daerah kurang mampu.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sekitar 150 peneliti BRIN yang akan memaparkan temuan lintas 12 klaster riset, mulai dari pangan, energi, hingga antariksa, dengan harapan dapat mengatasi berbagai permasalahan nasional.

Analisis Pakar

Langkah BRIN memasuki pasar sepatu karet menimbulkan pertanyaan mendasar tentang peran lembaga riset dalam industri komersial. Secara tradisional, BRIN berfokus pada penelitian tinggi, bukan produksi massal barang konsumen. Pergeseran ini dapat mencerminkan upaya pemerintah untuk menampilkan hasil riset secara langsung kepada publik, namun risikonya adalah terjadinya penyimpangan fokus dan potensi konflik kepentingan dengan sektor swasta.

Penetapan harga di bawah Rp80 ribu memang menarik, namun tanpa transparansi biaya produksi, margin keuntungan, serta standar kualitas, klaim “murah” dapat menjadi sekadar gimmick politik. Apabila sepatu ini diproduksi dalam skala besar, kualitas bahan karet dan daya tahan produk harus diuji secara independen, mengingat konsumen—terutama anak-anak sekolah—memerlukan produk yang aman dan tahan lama.

Lebih jauh, keterlibatan Presiden Prabowo sebagai “pembeli” dapat menimbulkan persepsi favoritisme. Apabila pemerintah memberikan dukungan fiskal atau regulasi khusus kepada BRIN untuk memasarkan sepatu ini, hal tersebut dapat menghambat kompetisi sehat di industri alas kaki nasional, yang sudah dipenuhi oleh pemain lokal seperti Etika, Sepatu Garuda, dan lainnya.

Terakhir, upaya menargetkan “Sekolah Rakyat” harus diiringi dengan mekanisme distribusi yang transparan. Tanpa kebijakan yang jelas, program ini berpotensi menjadi sarana politik patronase alih-alih solusi berkelanjutan bagi kebutuhan alas kaki anak-anak Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa harga pasti sepatu karet yang diproduksi BRIN?
    A: Harga resmi berkisar antara Rp75.000 hingga lebih dari Rp100.000, tergantung motif dan bahan, dengan varian utama di bawah Rp80.000.
  • Q: Apakah Presiden Prabowo benar‑benar memesan sepatu tersebut?
    A: Menurut pernyataan Kepala BRIN, Presiden Prabowo telah memesan sepatu tersebut secara pribadi, namun detail jumlah dan tujuan pemesanan belum dipublikasikan.
  • Q: Bagaimana BRIN berencana mendistribusikan sepatu ke sekolah‑sekolah rakyat?
    A: BRIN sedang mencari mitra industri untuk produksi massal dan akan bekerja sama dengan kementerian terkait untuk menyalurkan sepatu ke sekolah‑sekolah yang membutuhkan.
Meow! Tanya Nesi!
😸