Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mendikti Tegaskan URI Bukan Pengawas Semua Kampus, Fokus pada Afirmasi SDM Strategis

PolitikBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Mendikti Tegaskan URI Bukan Pengawas Semua Kampus, Fokus pada Afirmasi SDM Strategis
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Menteri Mendikti menegaskan fungsi kementerian tidak berubah meski Universitas Republik Indonesia (URI) dibentuk.
  • URI tidak akan membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia; perannya terbatas pada program afirmasi sumber daya manusia untuk posisi strategis.
  • Anggaran URI tidak akan mengganggu alokasi dana Mendikti Saintek, dan pimpinan baru Donny Ermawan serta Yos Sunitiyoso ditunjuk sebagai gubernur dan wakil gubernur URI.

Ringkasan Singkat

  • Menteri Mendikti menegaskan fungsi kementerian tidak berubah meski Universitas Republik Indonesia (URI) dibentuk.
  • URI tidak akan membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia; perannya terbatas pada program afirmasi sumber daya manusia untuk posisi strategis.
  • Anggaran URI tidak akan mengganggu alokasi dana Mendikti Saintek, dan pimpinan baru Donny Ermawan serta Yos Sunitiyoso ditunjuk sebagai gubernur dan wakil gubernur URI.

Dalam sebuah konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (23/7), Menteri Mendikti Sains dan Teknologi, Brian Yuliartomo, menegaskan bahwa pembentukan Universitas Republik Indonesia tidak mengubah mandat kementerian. "Enggak, fungsi kita tidak berubah ya," ujurnya tegas.

Brian menolak anggapan bahwa URI akan menjadi otoritas yang mengawasi semua kampus di tanah air. "Bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus‑kampus ya, tidak begitu," jelasnya, menegaskan bahwa tugas pengawasan tetap berada di bawah Mendikti Saintek.

Menurutnya, URI dirancang sebagai program afirmasi yang bertujuan menyiapkan sumber daya manusia untuk mengisi posisi‑posisi strategis, baik di wilayah 3T (terpencil, terluar, tertinggal) maupun dalam program prioritas nasional. Ia menambahkan bahwa alokasi anggaran URI tidak akan mengurangi dana yang sudah dialokasikan untuk kementerian.

Presiden Prabowo baru‑baru ini mengumumkan pembentukan URI dan menugaskan Donny Ermawan serta Yos Sunitiyoso sebagai gubernur dan wakil gubernur lembaga tersebut. Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa URI akan meniru model lembaga pendidikan kepemimpinan yang telah terbukti di beberapa negara, dengan tujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kompetensi teknis sekaligus wawasan kebangsaan.

Analisis Pakar

Langkah pemerintah membentuk URI menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kebutuhan institusi khusus di tengah sistem pendidikan tinggi yang sudah kompleks. Dari sudut pandang kebijakan publik, penciptaan lembaga baru yang berfokus pada afirmasi SDM strategis dapat menjadi solusi inovatif bila dikelola dengan transparansi dan akuntabilitas. Namun, risiko duplikasi fungsi dan birokrasi berlapis harus diwaspadai. Jika URI tidak memiliki mandat yang jelas dan terukur, ia berpotensi menjadi entitas simbolik yang menguras anggaran tanpa menghasilkan output yang signifikan.

Penegasan Menteri Mendikti bahwa URI tidak akan mengawasi seluruh kampus menandakan adanya upaya menghindari benturan kewenangan. Namun, dalam praktiknya, batas antara "program afirmasi" dan "pengawasan akademik" sering kali kabur, terutama bila URI mulai menawarkan beasiswa, program pelatihan, atau kerjasama penelitian. Pengawasan yang lemah dapat membuka celah bagi nepotisme atau favoritisme politik, terutama mengingat penunjukan tokoh politik sebagai gubernur lembaga.

Aspek anggaran juga menjadi sorotan. Pernyataan bahwa dana URI tidak akan mengganggu alokasi Mendikti Saintek harus dibuktikan dengan transparansi anggaran yang dapat diakses publik.

Terakhir, model pendidikan kepemimpinan yang diadopsi dari negara lain harus disesuaikan dengan konteks Indonesia yang multikultural dan beragam. Mengklaim bahwa semua pejabat tinggi pernah mengikuti pendidikan serupa di URI dapat menimbulkan eksklusivitas yang berlawanan dengan prinsip meritokrasi. Pemerintah perlu memastikan bahwa seleksi peserta URI berbasis kompetensi, bukan afiliasi politik, agar lembaga ini tidak menjadi alat legitimasi kekuasaan semata.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa fungsi utama Universitas Republik Indonesia?
  • A: URI berfokus pada program afirmasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengisi posisi strategis, bukan mengawasi seluruh perguruan tinggi.
  • Q: Siapa yang memimpin URI?
  • A: Gubernur URI ditunjuk Donny Ermawan, dengan Yos Sunitiyoso sebagai wakil gubernur.
  • Q: Apakah anggaran URI akan mengurangi dana Mendikti Saintek?
  • A: Menteri Brian Yuliartomo menyatakan bahwa alokasi anggaran URI tidak akan mengganggu atau mengurangi dana yang sudah dialokasikan untuk Mendikti Saintek.
Meow! Tanya Nesi!
😸