Gempa M4,9 Guncang 200 km Barat Abepura, Papua: Tidak Ada Kerusakan Signifikan

Bencana
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M4,9 Guncang 200 km Barat Abepura, Papua: Tidak Ada Kerusakan Signifikan
BAGIKAN:

BMKG mencatat gempa M4,9 terjadi pada 22 Juli 2026 pukul 17:50:42 WIB di kedalaman yang belum dipublikasikan, berlokasi sekitar 200 km barat kota Abepura, Papua. Guncangan dirasakan oleh penduduk di wilayah Abepura, Jayapura, dan sebagian daerah sekitarnya, namun tidak dilaporkan adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa.

Tim tanggap darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengaktifkan posko pemantauan di Kabupaten Jayapura. Seluruh laporan warga yang masuk ke pusat komando dinyatakan tidak menunjukkan indikasi bahaya lanjutan, sehingga operasi pemulihan dapat dilanjutkan secara normal.

Menurut data seismik, gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang umum terjadi di zona transisional antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Papua. Wilayah tersebut dipengaruhi oleh jaringan patahan kompleks, termasuk Sesar Sorong, Sesar Ransiki, serta zona subduksi di lepas pantai selatan Papua.

Gempa dengan magnitude di bawah 5,0 biasanya tidak menimbulkan tsunami, dan hasil perhitungan awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Contoh sebelumnya adalah gempa M4,7 yang tidak menghasilkan peringatan tsunami.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah 200 km barat Abepura terletak di zona interseksi beberapa patahan utama. Sesar Sorong, yang merupakan patahan transformasi utama, menghubungkan lempeng Papua dengan lempeng Banda, menghasilkan pergeseran lateral yang dapat memicu gempa berulang. Sesar Ransiki, di sisi timur, berperan sebagai zona kompresi yang menimbulkan tektonik vertikal, meningkatkan risiko gempa dengan komponen vertikal yang lebih kuat.

Sejarah seismik Papua mencatat serangkaian gempa kuat, antara lain magnitude 6,5 pada 2018 di wilayah Pegunungan Bintang dan magnitude 7,0 pada 2020 di lepas pantai selatan. Meskipun gempa M4,9 kali ini berada pada skala menengah, ia menegaskan bahwa

Meow! Tanya Nesi!
😸