Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Saldo Bank Sampah Konversi Jadi Cuan Les dan Bimbingan Belajar di Jakarta Timur

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Saldo Bank Sampah Konversi Jadi Cuan Les dan Bimbingan Belajar di Jakarta Timur
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Warga di Kelurahan Bidaracina , Jakarta Timur, kini dapat menggunakan saldo bank sampah sebagai pembayaran untuk kegiatan pembelajaran, mulai dari les calistung hingga klub bahasa Inggris.
  • Inovasi ini hadir dalam program Pintar Sekampung yang dikelola Bank Sampah Dahlia 09, sebuah skema konversi unik yang menjembatani tanggung jawab lingkungan dengan kebutuhan pendidikan dasar masyarakat.
  • Gitawidya Amalia , pengelola bank sampah sekaligus kepala sekolah PAUD setempat, menjelaskan mekanisme program ini.

Warga di Kelurahan Bidaracina, Jakarta Timur, kini dapat menggunakan saldo bank sampah sebagai pembayaran untuk kegiatan pembelajaran, mulai dari les calistung hingga klub bahasa Inggris. Inovasi ini hadir dalam program Pintar Sekampung yang dikelola Bank Sampah Dahlia 09, sebuah skema konversi unik yang menjembatani tanggung jawab lingkungan dengan kebutuhan pendidikan dasar masyarakat.

Gitawidya Amalia, pengelola bank sampah sekaligus kepala sekolah PAUD setempat, menjelaskan mekanisme program ini. Warga yang ingin mengikuti program Pintar Sekampung cukup menjadi nasabah bank sampah dan mengonversi saldonya menjadi biaya untuk mengikuti kegiatan belajar. "Pintar sekampung itu jadi dia jadi nasabah bank sampah, cuman saldonya dikonversi jadi bayaran-bayaran di kegiatan pembelajaran," kata Gitawidya pada Selasa (3/11). Program ini dirancang khusus untuk membantu mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengakses layanan pendidikan.

Konversi Saldo dan Perubahan Perilaku Masyarakat

Di luar program pendidikan, saldo bank sampah juga banyak dimanfaatkan warga untuk kebutuhan harian lainnya. Gitawidya mengungkapkan bahwa turnover atau pergantian saldo warga cukup tinggi karena saldo sering ditarik untuk membeli token listrik atau memenuhi kebutuhan pokok. "Misalnya sudah Rp200 ribu belum ya? Rp200.000 diambil untuk beli token, kemudian juga untuk kebutuhan hari-harinya," terang Gitawidya. Bahkan, saldo tersebut juga digunakan untuk perayaan 17 Agustus dan pembagian sembako lebaran. Perubahan perilaku ini nyata; dari sekadar membuang sampah, masyarakat kini terbiasa memilah sampah di tempatnya.

  • Bank sampah berkembang dari 11 nasabah menjadi 139 nasabah dalam waktu dua tahun.
  • Pemanfaatan saldo meliputi pembayaran les calistung, bimbingan belajar, dan klub bahasa Inggris.
  • Saldo juga digunakan untuk membeli token listrik dan kebutuhan harian lain seperti sembako.

Dukungan Pemprov DKI dan Apresiasi Pilah Olah Sampah Heroes

Kepedulian Gitawidya terhadap lingkungan mendapat pengakuan resmi. Ia dan 14 peserta lain lolos ke babak verifikasi lapangan program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap penyelamatan lingkungan melalui apresiasi kepada para pahlawan lingkungan atau key opinion leader (KOL) yang aktif mengajak warga peduli sampah. Gitawidya menilai bahwa dengan adanya program ini, kesadaran masyarakat meningkat. "Masyarakat sadar sampahnya tanggung jawabnya sendiri... alhamdulillah sekarang mulai sudah terbiasa memilah," katanya. Penganugerahan penghargaan bagi para finalis dijadwalkan pada 10 November 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, sebagai simbol penghormatan atas aksi nyata mereka dalam mengelola sampah.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ