Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Warga Washington DC Anggap Pemilu Sela AS sebagai 'Referendum' atas Presiden Trump

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Kompas Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Warga Washington DC Anggap Pemilu Sela AS sebagai 'Referendum' atas Presiden Trump
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Seleksi kepemimpinan Partai Demokrat di lembaga legislatif menjadi sorotan utama dalam pandangan warga Washington DC jelang pemilu sela Amerika Serikat.
  • Mayoritas responden dalam wawancara media menilai pemilihan pada Selasa, 12 November 2024 ini, bukan sekadar pergantian paruh, melainkan bentuk referendum nasional atas kinerja Presiden Donald Trump .
  • Dalam dinamika ini, warga distrik ibu kota berharap Kongres dapat kembali dikuasai Partai Demokrat untuk mengawasi belanja federal dan membatasi kekuasaan eksekutif.

Seleksi kepemimpinan Partai Demokrat di lembaga legislatif menjadi sorotan utama dalam pandangan warga Washington DC jelang pemilu sela Amerika Serikat. Mayoritas responden dalam wawancara media menilai pemilihan pada Selasa, 12 November 2024 ini, bukan sekadar pergantian paruh, melainkan bentuk referendum nasional atas kinerja Presiden Donald Trump. Dalam dinamika ini, warga distrik ibu kota berharap Kongres dapat kembali dikuasai Partai Demokrat untuk mengawasi belanja federal dan membatasi kekuasaan eksekutif.

Penolakan terhadap dominasi politik Trump menjadi benang merah keluhan masyarakat. George Olson, salah satu warga, menyatakan kelelahan mendalam atas kepemimpinan saat ini. "Harapan utama saya adalah kita dapat mengubah komposisi Kongres dan Senat, karena saya pikir rakyat Amerika sudah lelah dengan Donald Trump," ujar Olson. Di sisi lain, Jeffrey Manzer turut menegaskan bahwa kemenangan Demokrat di tingkat nasional merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan berbagai kebijakan kontroversial yang telah berlangsung di ibu kota negara tersebut.

Demandakan Kebijakan Imigran dan Ekonomi dalam Pilihan Suara

Prioritas pemilih bervariasi antara isu ekonomi domestik dengan kebijakan perbatasan. Susan Sarfati, 85 tahun, menilai Amerika Serikat menghadapi persoalan mendesak sehingga prioritas utama adalah pemerintahan yang tidak korup dan bersikap baik, termasuk menghormati kontribusi imigran, meski harga bahan bakar dan makanan juga menjadi perhatian berat.

Demandakan kebijakan imigran secara tajam dirasakan oleh Dorothey, 67 tahun. Ia memilih mendukung Trump karena menilai kemenangan Partai Demokrat akan menggagalkan upaya pengusiran imigran ilegal. "Selain itu, saya akan memilih Demokrat. Namun, mereka semua mendukung imigran. Saya memilih Trump agar mereka dikeluarkan dari sini karena saya sudah melihat banyak tindak kejahatan yang dilakukan imigran di berbagai toko," paparnya.

Reprerentasi Terbatas DC dan Persyaratan Akuisisi Kursi Kongres

Dalam konteks pemilihan 2024, warga Amerika Serikat menentukan 435 anggota DPR, 35 dari 100 anggota Senat, serta 36 gubernur. Bagi Washington DC, keterlibatan dalam pemilihan ini bersifat sangat unik karena wilayah tersebut tidak memiliki senator dan hanya diwakili seorang delegasi di DPR tanpa hak suara dalam pengesahan undang-undang. Kondisi ini membuat warga DC sepenuhnya bergantung pada hasil pemilu di seluruh negeri untuk membela hak-hak mereka.

Untuk membalikkan kendali legislatif dari Partai Republik, Partai Demokrat menghadapi syarat akuisisi yang berat. Secara rinci, pemunduran Republik dan transisi kekuasaan DPR-Senat bergantung pada target berikut:

  • Partai Demokrat perlu meraih tambahan bersih 3 kursi di DPR.
  • Partai Demokrat perlu menggapai tambahan bersih 4 kursi di Senat.
  • Kemenangan di tingkat negara bagian untuk merebut 36 kursi gubernur sekaligus.
Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ