Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lukashenko Dorong Donald Trump Jadi Sekjen PBB untuk Bersihkan 'Rawa-Rawa' Organisasi

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Lukashenko Dorong Donald Trump Jadi Sekjen PBB untuk Bersihkan 'Rawa-Rawa' Organisasi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Lukashenko menegaskan bahwa Trump sebaiknya diberi tanggung jawab memimpin PBB karena diyakini mampu melakukan perubahan drastis.
  • "Dia akan secara cepat 'membersihkan rawa-rawa' di sana dan menggagas begitu banyak inisiatif," ujar Lukashenko dalam paparannya.
  • Acara ini dihadiri oleh 600 peserta dari 50 negara , menandakan jangkauan diplomatik yang luas di kawasan tersebut.

Alexander Lukashenko, Presiden Belarus, secara resmi menganjurkan agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan "bersih-bersih" di dalam organisasi tersebut. Pernyataan kontroversial ini dilontarkan Lukashenko di sela-sela Konferensi Internasional Minsk untuk Keamanan Eurasia yang berlangsung pada Selasa, dengan kutipan videonya dirilis melalui saluran Telegram Pul Pervogo yang diketahui dekat dengan dinas pers kepresidenan Belarus.

Lukashenko menegaskan bahwa Trump sebaiknya diberi tanggung jawab memimpin PBB karena diyakini mampu melakukan perubahan drastis. "Dia akan secara cepat 'membersihkan rawa-rawa' di sana dan menggagas begitu banyak inisiatif," ujar Lukashenko dalam paparannya. Selain mengusulkan posisi tertinggi di PBB, kepala negara Belarus ini juga secara terbuka menyebut dirinya sebagai pendukung Trump atau seorang "Trumpist", serta menyatakan dukungannya terhadap presiden AS tersebut dalam pemilihan umum.

Konteks Konferensi Minsk dan Jaringan Sekitarnya

Pernyataan ini diumumkan di tengah pelaksanaan Konferensi Internasional Minsk untuk Keamanan Eurasia yang diselenggarakan di ibu kota Belarus pada 3-4 November 2026. Acara ini dihadiri oleh 600 peserta dari 50 negara, menandakan jangkauan diplomatik yang luas di kawasan tersebut. Kehadiran berbagai entitas internasional menunjukkan bahwa Minsk kini menjadi forum signifikan dalam diskursus keamanan regional dan global.

Sejumlah organisasi multilateral dan bilateral terkemuka mengirimkan perwakilan mereka ke konferensi ini. Di antara lembaga yang hadir adalah Uni Negara Belarus dan Rusia, Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO), Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE), serta Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Partisipasi entitas-entitas ini menggarisbawahi kompleksitas dinamika geopolitik yang mengelilingi Belarus dan Rusia saat ini.

Implikasi Politik dan Respons Global

Usulan Lukashenko ini muncul di tengah narasi politik global yang memanas terkait peran Amerika Serikat dalam institusi multilateral. Isu ini juga beriringan dengan laporan lain bahwa Amerika Serikat siap mencalonkan mantan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, sebagai calon Sekjen PBB, serta konfirmasi dari Trump di Sidang PBB bahwa tidak akan ada pajak global. Usulan memindahkan kepemimpinan PBB ke figur politisi AS yang aktif menjadi langkah provokatif yang berpotensi memicu perdebatan hukum dan diplomatik terkait independensi dan netralitas posisi Sekretaris Jenderal PBB.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ