Israel Kaget: Trump Hentikan Bantuan Militer AS, Netanyahu Dituduh Jadi Dalang Rencana
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Pejabat militer dan pertahanan Israel menyatakan kaget setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penghentian dana bantuan militer ke Israel pada akhir tahun ini.
- Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari pengungkapan Netanyahu pada Juli lalu, di mana ia menyatakan keinginan Israel untuk sepenuhnya menghilangkan ketergantungan militer terhadap Washington.
- Namun, respons resmi dari pihak Tel Aviv justru menunjukkan ketegangan dalam hubungan bilateral tersebut.
Pejabat militer dan pertahanan Israel menyatakan kaget setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penghentian dana bantuan militer ke Israel pada akhir tahun ini. Rencana tersebut, yang disampaikan melalui badan penyiaran Kan, mencakup pemotongan sebesar 4 miliar dolar AS pada akhir 2026, sebuah langkah yang diklaim Trump sesuai dengan permintaan langsung dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari pengungkapan Netanyahu pada Juli lalu, di mana ia menyatakan keinginan Israel untuk sepenuhnya menghilangkan ketergantungan militer terhadap Washington. Namun, respons resmi dari pihak Tel Aviv justru menunjukkan ketegangan dalam hubungan bilateral tersebut. Seorang pejabat pertahanan Israel membenarkan kejutan di lingkup internal pemerintahan: "Kami sama sekali tak menyangka akan pernyataan tersebut. Kami terus menjalin dialog rutin dengan pihak AS, dan bisa dikatakan kami terkejut." Pejabat tersebut menambahkan bahwa konsekuensi dari keputusan ini masih dalam tahap evaluasi dan belum dibagikan ke organisasi terkait.
Konteks Kebijakan dan Kontroversi di Washington
Pernyataan Trump ini muncul di tengah pemilihan sela AS, di mana isu bantuan militer ke Israel merupakan salah satu topik paling kontroversial di Kongres dan di kalangan publik Amerika, khususnya terkait operasi militer di Jalur Gaza. Media melaporkan bahwa rencana penghentian dana ini akan mendapat dukungan luas dari Partai Demokrat, yang kerap mengkritik posisi AS terhadap agresi Israel. Keputusan ini juga menantang stabilitas komitmen jangka panjang yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Sumber data menunjukkan dua poin komitmen utama yang sebelumnya diikat dalam Nota Kesepahaman (MoU) bantuan Israel untuk tahun anggaran 2019-2028, yang diteken pada era Barack Obama:
- AS berkomitmen menyediakan 3,3 miliar dolar AS untuk bantuan keamanan Israel.
- AS mengucurkan tambahan 500 juta dolar AS untuk program kerja sama pertahanan rudal.
Menariknya, hingga saat ini belum jelas secara spesifik anggaran mana yang akan dihentikan oleh Trump pada akhir tahun, mengingat MoU tersebut memiliki cakupan komitmen yang terstruktur secara multi-tahun.
Dampak Strategis dan Respons Publik
Langkah penghentian dana ini berpotensi mengubah dinamika aliansi strategis AS-Israel, terutama jika benar-benar didorong oleh keinginan Netanyahu untuk independensi militer. Bagi pemerintahan Israel, kagetnya atas kebijakan ini mengindikasikan adanya miskomunikasi atau ketegangan dalam koordinasi kebijakan keamanan regional. Di sisi lain, bagi Amerika Serikat, langkah ini dapat menjadi sinyal pergeseran prioritas luar negeri di bawah pemerintahan Trump, sekaligus menjadi alat tekanan politik menjelang pemilihan sela. Publik Israel dan pengamat internasional kini menunggu penjelasan resmi lebih lanjut dari kedua negara mengenai detail teknis pemotongan tersebut dan implikasinya terhadap keamanan di kawasan Timur Tengah.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Korea Utara Tolak Tuduhan FBI Soal Peretasan Binance, Kim Yo Jong Sebut Klaim AS Retorika Absurd

Gelombang Besar Pemilih AS Hadiri TPS Pemilu Sela, Dinamika Politik Global Dipertaruhkan

Lukashenko Dorong Donald Trump Jadi Sekjen PBB untuk Bersihkan 'Rawa-Rawa' Organisasi
