Di Tengah Tekanan Berat IHSG, Wamenko Dradjad Ajak Investor Mandiri dalam Hitung Valuasi
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- "Nanti kalau FTSE Russell , kemudian Bloomberg atau apa mengeluarkan apapun, itu kita perhatikan.
- Hitung sendiri," tegas Dradjad dalam siaran pers yang dikutip pada Rabu (4/11/2026).
- Pemerintah menegaskan bahwa meskipun pandangan lembaga indeks global tetap menjadi referensi penting, investor wajib memegang kendali atas dana mereka sendiri dengan mengecek data secara langsung.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menekankan pentingnya investor melakukan analisis mandiri secara objektif di tengah dinamika pasar modal, khususnya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja terburuk sepanjang 2026. Dradjad mengingatkan bahwa keputusan investasi tidak boleh semata-mata ditentukan oleh sentimen atau penilaian lembaga indeks internasional, melainkan harus didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap fundamental perusahaan dan kondisi makroekonomi nasional. "Nanti kalau FTSE Russell, kemudian Bloomberg atau apa mengeluarkan apapun, itu kita perhatikan. Namun, kita yang tahu emiten-emiten kita. Hitung sendiri," tegas Dradjad dalam siaran pers yang dikutip pada Rabu (4/11/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa meskipun pandangan lembaga indeks global tetap menjadi referensi penting, investor wajib memegang kendali atas dana mereka sendiri dengan mengecek data secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pasar modal Indonesia dari volatilitas yang dipicu oleh narasi eksternal yang tidak selalu mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, partisipasi investor tidak lagi bersifat reaktif terhadap berita, tetapi proaktif dalam menilai nilai intrinsik emiten berdasarkan kinerja dan valuasi yang akurat.
Dampak Konsultasi MSCI dan Pembenahan Pasar Modal
Tekanan berat yang dialami IHSG sepanjang Oktober 2026 tidak terlepas dari publikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 16 Oktober 2026. Lembaga tersebut membuka konsultasi publik mengenai rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
- MSCI akan mengumumkan keputusan final paling lambat pada 30 Juni 2027.
- Pembenahan pasar modal terus didorong pemerintah melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan penegakan aturan.
- Penguatan investor domestik dipandang sebagai modal utama untuk menjaga ketahanan pasar dengan ekosistem investasi yang sehat dan kepastian regulasi.
Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Panggilan untuk Cek Data
Di balik volatilitas indeks, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan melalui pertumbuhan sektor daerah. Pada semester I 2026, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,45%, dengan 17 dari 38 provinsi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Ketujuh provinsi di antaranya bahkan tumbuh di atas 6%, menunjukkan adanya sumber pertumbuhan baru yang perlu dioptimalkan melalui penguatan sektor produktif dan iklim investasi yang kondusif.
Sebagai penutup, Dradjad mengingatkan bahwa persepsi ekonomi harus dibangun di atas data yang objektif dan mudah dipahami, bukan sekadar arus informasi di media sosial. "Artinya, pesan saya simpel saja, teman-teman. Silahkan anda dengarkan, lihat video medsos, tetapi selalu tolong cek data. Karena at the end of the day, it's our decision, it's our money," tutupnya. Data Stockbit mencatat amblasnya IHSG sebesar 16,70% pada Oktober 2026 menjadi pengingat nyata bagi investor untuk kembali memusatkan fokus pada fakta fundamental daripada kekhawatiran spekulatif.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Dari Hutan Gundul ke Ekowisata: Transformasi Ekonomi 310 Desa Binaan Pertamina Melalui Energi Terbarukan

Evaluasi Dampak DEB Pertamina: Ekonomi Desa Bertumbuh, 283 Ribu Warga Terdampak

OJK Bongkar Ajaib Manipulasi Saham PANR: Tiga Terdalang Dilarang Aktif 5 Tahun, Rugi Negara Rp5,07 Miliar
