Yordania Amankan 9 Senjata Otomatis Hasil Penyelundupan Balon Udara, Terkait Serangan Gereja Maut
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Yordania menyita sembilan senjata api otomatis beserta perangkat GPS yang diduga diselundupkan dari wilayah perbatasan selatan menggunakan balon udara panas, Sabtu (31/10).
- Penyitaan tersebut dilakukan oleh Direktorat Keamanan Publik di kawasan Muhi, Provinsi Karak, tepat seminggu setelah insiden penembakan mematikan di sebuah gereja di Desa Hmoud yang menewaskan sembilan orang.
- Berdasarkan keterangan juru bicara Direktorat Keamanan Publik, operasi dimulai setelah Kepolisian Karak menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan tas mencurigakan di area Muhi.
Yordania menyita sembilan senjata api otomatis beserta perangkat GPS yang diduga diselundupkan dari wilayah perbatasan selatan menggunakan balon udara panas, Sabtu (31/10). Penyitaan tersebut dilakukan oleh Direktorat Keamanan Publik di kawasan Muhi, Provinsi Karak, tepat seminggu setelah insiden penembakan mematikan di sebuah gereja di Desa Hmoud yang menewaskan sembilan orang.
Berdasarkan keterangan juru bicara Direktorat Keamanan Publik, operasi dimulai setelah Kepolisian Karak menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan tas mencurigakan di area Muhi. Petugas yang turun ke lokasi menemukan tas berisi sembilan unit senjata api otomatis dan sejumlah perangkat pelacak GPS. Hasil penyelidikan awal menunjukkan tas tersebut terbawa angin dari zona perbatasan selatan negara melalui media balon udara panas.
Detail Penyelundupan dan Penyitaan di Provinsi Karak
Modus penyelundupan menggunakan balon udara panas ini menandakan adanya upaya baru untuk mengakhiri pengawasan ketat perbatasan darat. Barang-barang bukti yang diamankan meliputi:
- Sembilan senjata api otomatis
- Sejumlah perangkat GPS
- Satu tas penyimpanan yang dijadikan wadah pengiriman
Petugas menyimpulkan tas tersebut dijatuhkan secara sengaja atau terbawa angin dari wilayah perbatasan selatan, mengingat lokasi penemuan di Muhi yang relatif dekat dengan garis batas negara bagian selatan.
Kaitan dengan Serangan Gereja Hmoud dan Operasi Pasca-Kejadian
Penyitaan senjata ini tidak terlepas dari eskalasi keamanan minggu lalu. Pada insiden terpisah di Desa Hmoud, Provinsi Karak, sekelompok pria bersenjata menyerang warga yang menghadiri pemakuman di gereja, menewaskan sembilan nyawa dan melukai sejumlah orang. Pasca-kekejaman tersebut, aparat keamanan melancarkan operasi besar yang berujung pada penangkapan tiga tersangka utama. Penemuan senjata otomatis lewat balon udara diperkuat sebagai bagian dari upaya pemotongan aliran logistik kelompok radikal yang mengancam stabilitas nasional.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Korea Utara Tolak Tuduhan FBI Soal Peretasan Binance, Kim Yo Jong Sebut Klaim AS Retorika Absurd

Gelombang Besar Pemilih AS Hadiri TPS Pemilu Sela, Dinamika Politik Global Dipertaruhkan

Lukashenko Dorong Donald Trump Jadi Sekjen PBB untuk Bersihkan 'Rawa-Rawa' Organisasi
