Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Transformasi Layanan Kesehatan di Kei Besar: Pertamina Persembahkan Operasi Gratis Lewat RS Kapal

KesehatanBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Transformasi Layanan Kesehatan di Kei Besar: Pertamina Persembahkan Operasi Gratis Lewat RS Kapal
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Upaya mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat di wilayah kepulauan semakin nyata melalui kolaborasi antara Pertamina International Shipping (PIS) dan doctorSHARE .
  • Melalui Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II yang bersandar di Pelabuhan Laut Elat, Maluku Tenggara, fasilitas kesehatan modern ini telah melayani pengobatan hingga operasi bedah gratis selama dua bulan.
  • Program ini dirancang secara spesifik untuk mengatasi hambatan geografis dan finansial yang selama ini mewadahi pasien di Kepulauan Kei dalam mendapatkan penanganan medis dari dokter spesialis.

Upaya mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat di wilayah kepulauan semakin nyata melalui kolaborasi antara Pertamina International Shipping (PIS) dan doctorSHARE. Melalui Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II yang bersandar di Pelabuhan Laut Elat, Maluku Tenggara, fasilitas kesehatan modern ini telah melayani pengobatan hingga operasi bedah gratis selama dua bulan. Program ini dirancang secara spesifik untuk mengatasi hambatan geografis dan finansial yang selama ini mewadahi pasien di Kepulauan Kei dalam mendapatkan penanganan medis dari dokter spesialis.

Direktur RSK Nusa Waluya II, Tasia Risma Lidya, menjelaskan bahwa pemilihan Kei Besar sebagai lokasi operasional didasarkan pada kekhasan demografis dan infrastruktur kesehatan setempat. Dengan luasnya area geografis dan tingginya jumlah penduduk, fasilitas kesehatan eksisting di Kei Besar dinilai masih kekurangan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis. Akibatnya, mayoritas masyarakat terpaksa menyeberang ke Kei Kecil untuk berobat, sebuah proses yang sering kali terhambat oleh kendala biaya dan logistik transportasi antar-pulau.

Profil Penyakit dan Tekanan Sistem Medis di Wilayah Terdepan

Selama hampir dua bulan pelayanannya, tim medis RSK Nusa Waluya II mencatat tren keluhan kesehatan yang mendesak. Rata-rata pasien datang dengan diagnosis infeksi paru hingga penyakit ginjal kronis (CKD). Tasia mengungkapkan bahwa keterlambatan akses pengobatan sebelumnya menyebabkan beberapa kondisi penyakit berkembang menjadi lebih berat sebelum ditangani. Selain penyakit dalam, kasus hernia yang memerlukan tindakan bedah, infeksi menular seksual, serta gangguan kesehatan gigi dan mulut juga ditemukan dalam jumlah yang signifikan. Data kumulatif menunjukkan bahwa pasien bedah dan penderita edema paru akut (ALO) merupakan kasus terbanyak yang memerlukan perawatan inap di kapal.

Secara infrastruktur, RSK Nusa Waluya II beroperasi dengan standar setara Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C. Kapasitas perawatan inap kapal ini didukung oleh 26 tempat tidur rawat inap yang terdistribusi untuk pasien dewasa laki-laki (15 tempat tidur), dewasa perempuan (8 tempat tidur), serta layanan kebidanan dan kandungan. Fasilitas ini dilengkapi poliklinik spesialis, unit gawat darurat, dan dua ruang operasi mayor dengan fasilitas anestesi yang mendukung operasi terencana serta penanganan darurat 24 jam.

Optimalisasi Rujukan dan Ekspansi Jangkauan Layanan

Untuk menangani kompleksitas medis yang melampaui kapasitas kapal, sistem rujukan telah diaktifkan bekerja sama dengan rumah sakit rujukan di Kota Tual dan Langgur. Perawat di RSK, Josepha, memastikan bahwa pasien dengan kondisi yang tidak bisa ditangani di kapal akan segera dievakuasi secara terkoordinasi. Keberadaan fasilitas ini juga memperkuat peran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kepulauan, mengubah pola penanganan pasien dari yang awalnya terpaksa melakukan perjalanan panjang menjadi layanan di tempat tinggal mereka sendiri.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ