Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi Pidie Jaya, Bangun Tanggul Antisipasi Banjir Susulan
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan dampak banjir susulan yang menghantam wilayah tersebut, di mana beberapa infrastruktur yang baru selesai diperbaiki kembali terdampak akibat tingginya curah hujan.
- Tito menyasar titik-titik krusial, termasuk tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen dan Sungai Alue Keutapang.
- Ia juga melihat kondisi lahan sawah di Desa Beuringen yang rusak berat namun kini telah kembali produktif dengan menanam jagung.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, meninjau langsung sejumlah tanggul sungai di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Selasa (3/11). Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan dampak banjir susulan yang menghantam wilayah tersebut, di mana beberapa infrastruktur yang baru selesai diperbaiki kembali terdampak akibat tingginya curah hujan.
Tito menyasar titik-titik krusial, termasuk tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen dan Sungai Alue Keutapang. Ia juga melihat kondisi lahan sawah di Desa Beuringen yang rusak berat namun kini telah kembali produktif dengan menanam jagung. Bagi pemerintah, banjir susulan ini menjadi kendala signifikan dalam proses rehabilitasi, karena permukiman yang sebelumnya sudah bersih kembali dipenuhi lumpur.
Tantangan Sedimentasi dan Strategi Perbaikan Infrastruktur
Berdasarkan catatan Satgas PRR, sebanyak 137 sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami sedimentasi akibat bencana November 2025. Kondisi ini mendorong perlunya aksi cepat berupa pembangunan tanggul dan pengerukan sungai secara masif. Tito menegaskan bahwa pengerukan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI, melainkan juga melibatkan mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga melalui solusi win-win agar penanganan lebih cepat.
"Curah hujan di Aceh, Sumut bagian barat dan timur, serta Sumbar masih tinggi, bahkan saat kemarau kemarin. Akibatnya banjir terus berulang," ujar Tito. Ia menambahkan bahwa pemerintah bekerja maksimal agar kejadian serupa tidak terulang dengan mempercepat pembangunan bendungan dan penguatan tanggul di sepanjang aliran sungai yang rawan.
Penyerahan Bantuan dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Dalam kunjungan tersebut, Tito menyerahkan bantuan konkret untuk meringankan beban warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi satu unit kendaraan water supply multifungsi, sembilan unit pompa air yang dialokasikan untuk Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara, serta paket sembako dari Kementerian Sosial. Selain itu, diserahkan bantuan tunai sebesar Rp 200 juta masing-masing untuk Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Mendagri ini. Menurutnya, kehadiran Tito Karnavian menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang masih berjuang pulih dari dampak bencana. Banjir susulan diakui berdampak signifikan pada permukiman warga di area pesisir sungai, sehingga percepatan penanganan infrastruktur menjadi prioritas utama bagi Pemkab Pidie Jaya dalam mendukung program nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

DPR Desak Pemerintah Kaji Ulang PPN Pembalut: Menstruasi Bukan Gaya Hidup, Melainkan Kebutuhan Biologis

BGN Efisienkan Anggaran MBG: Biaya Operasional Dapur Dibatasi Rp3.000 per Penerima

Bamsoet: Penyadapan Ilegal Presiden Ancaman Serius, PDIP Nilai Tindakan Makar
