Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Terinspirasi Taktik Mossad, Ukraina Sisipkan Bom Headset untuk Serang Operator Drone Rusia

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNBC Indonesia
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Terinspirasi Taktik Mossad, Ukraina Sisipkan Bom Headset untuk Serang Operator Drone Rusia
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) melaporkan keberhasilan menggagalkan upaya sabotase intelijen Ukraina yang menyusupkan bahan peledak ke dalam rantai pasokan logistik militer Rusia.
  • Saat insiden di Lebanon, ribuan pager berjebakan berhasil menyusup ke jaringan Hizbullah dan meledak secara massal.
  • Meski memiliki kemiripan konsep, pejabat keamanan Rusia menegaskan bahwa skala operasi Ukraina kali ini jauh lebih kecil.

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) melaporkan keberhasilan menggagalkan upaya sabotase intelijen Ukraina yang menyusupkan bahan peledak ke dalam rantai pasokan logistik militer Rusia. Mengutip laporan Reuters pada Senin (2/11/2026), operasi ini menargetkan para operator pesawat nirawak (drone) Rusia melalui pengiriman headset first-person view (FPV) berisi jebakan peledak, sebuah taktik mematikan yang dinilai sangat mirip dengan operasi intelijen tingkat tinggi Israel di Lebanon pada 2024 lalu.

Saat insiden di Lebanon, ribuan pager berjebakan berhasil menyusup ke jaringan Hizbullah dan meledak secara massal. Meski memiliki kemiripan konsep, pejabat keamanan Rusia menegaskan bahwa skala operasi Ukraina kali ini jauh lebih kecil. Pada awal 2025, Kyiv bahkan sempat mengklaim bertanggung jawab atas pasokan 80 kacamata drone beraliran peledak kepada pasukan Rusia, yang mengakibatkan sejumlah prajurit cedera saat bertugas.

Kronologi Penyusupan dan Jebakan Logistik Militer

Plot terbaru ini terbongkar setelah seorang prajurit Rusia menerima tawaran headset drone yang mencurigakan dan langsung melaporkannya kepada kontraintelijen militer. Para spesialis kemudian memeriksa peralatan tersebut dan mengonfirmasi adanya bahan peledak yang dipasang tepat di bagian kipas pendingin headset. Penyelidikan lanjutan berhasil mengidentifikasi beberapa sumbangan mencurigakan lainnya yang diduga kuat berafiliasi dengan badan intelijen militer Ukraina (HUR).

Berdasarkan temuan FSB, upaya sabotase ini mengeksploitasi jaringan sukarelawan yang rutin menyuplai kebutuhan militer Rusia. Beberapa rincian fakta kunci dari operasi ini meliputi:

  • Pengiriman kacamata drone model Skyzone Cobra X V4 yang telah dimodifikasi dengan bahan peledak.
  • Pencegatan lebih dari 500 sol sepatu berpemanas listrik berjebakan oleh FSB pada Maret lalu.
  • Penggunaan manipulasi psikologis oleh agen Ukraina untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari para sukarelawan logistik.

Peringatan FSB terhadap Jaringan Sukarelawan

Badan intelijen Ukraina sendiri dilaporkan telah menerima pelatihan ekstensif dari CIA pascakudeta bersenjata di Kiev pada 2014. Dalam menjalankan operasinya, para agen menggunakan pendekatan manipulatif yang canggih. Salah seorang wanita yang terlibat dalam pengumpulan bantuan mengungkapkan bahwa pihak penyumbang kerap berdalih memilih kelompok sukarelawan kecil karena organisasi besar dianggap lebih rentan terhadap penggelapan dana.

Menanggapi ancaman yang terus berkembang ini, FSB langsung mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh organisasi sukarelawan agar lebih berhati-hati terhadap donatur yang enggan mengungkapkan identitas aslinya. Permintaan konfirmasi video yang menunjukkan peralatan telah sampai ke penerima juga diidentifikasi sebagai salah satu indikasi kuat adanya upaya sabotase yang terencana.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ