Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Terakhir Kali Sampaikan Pesan Bahaya Sebelum Hancur: Kronologi Mengerikan Jatuhnya Learjet 60 di Florida

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Terakhir Kali Sampaikan Pesan Bahaya Sebelum Hancur: Kronologi Mengerikan Jatuhnya Learjet 60 di Florida
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pesawat pribadi Learjet 60 yang jatuh di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, baru terungkap mengirim pesan darurat sesaat sebelum menghantam tanah pada Minggu (1/11) waktu setempat.
  • Nathalia Filgueiras , salah satu pilot sekaligus korban dalam insiden tersebut, tercatat mengirim pesan teks kepada kekasihnya, Justin, sekitar pukul 12.40 PM.
  • Ayah tiri Filgueiras, Thiago Corteleti , mengungkapkan detail pesan tersebut berdasarkan kutipan dari New York Post.

Pesawat pribadi Learjet 60 yang jatuh di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, baru terungkap mengirim pesan darurat sesaat sebelum menghantam tanah pada Minggu (1/11) waktu setempat. Nathalia Filgueiras, salah satu pilot sekaligus korban dalam insiden tersebut, tercatat mengirim pesan teks kepada kekasihnya, Justin, sekitar pukul 12.40 PM. Pesan itu berisi peringatan bahwa pesawat sedang mengalami turbulensi dan pembentukan es, menandakan kondisi kritis yang terjadi hanya 10 menit sebelum kecelakaan fatal yang menewaskan sembilan penumpang dan awak.

Ayah tiri Filgueiras, Thiago Corteleti, mengungkapkan detail pesan tersebut berdasarkan kutipan dari New York Post. "Dia bilang, 'Aku mengalami turbulensi, ada es,'" ujar Corteleti. Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat, yang saat itu dalam perjalanan dari Texas ke Bahama, melakukan manuver mendadak. Sekitar pukul 12.48, terjadi kenaikan singkat yang diikuti oleh penurunan tajam ke kanan dengan laju vertikal yang dilaporkan melebihi 32.000 kaki per menit. Pembacaan ketinggian terakhir yang diterima menunjukkan 8.750 kaki pada pukul 12.49, selaras dengan catatan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) yang membulatkan waktu kejadian menjadi pukul 12.50.

Indikasi Kerusakan Struktural Sebelum Tabrakan

Apa yang membuat kasus ini lebih kompleks adalah kondisi fisik pesawat sesaat sebelum menghantam tanah. Dalam video viral di media sosial, terlihat jet tersebut jatuh menukik dan meledak, dengan rangka pesawat yang tertanam dalam tanah dan menciptakan kawah besar. Tom Chapman, anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), menegaskan bahwa penyelidik memiliki indikasi kuat bahwa pesawat hancur berkeping-keping sebelum mengalami benturan utama dengan tanah. "Kami memang punya indikasi pesawat itu hancur berkeping-keping sebelum berbentuan [dengan tanah]," kata Chapman, dikutip International Business Times. Hal ini menjelaskan mengapa komponen-komponen pesawat berpotensi tersebar di beberapa jarak dari lokasi kecelakaan utama.

Respons Darurat dan Protokol Penerbangan

Sebelum sinyal hilang, kru pesawat telah berkomunikasi dengan petugas pengontrol lalu lintas udara yang terekam dalam data LiveATC. Awak melaporkan adanya turbulensi dan pembentukan es, serta meminta diarahkan ke penerbangan yang lebih baik. Awak kabin juga melaporkan adanya curah hujan dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian dari 35.000 kaki menjadi 37.000 kaki. Namun, salah satu pilot segera menyatakan keadaan darurat dan menggambarkan penurunan ketinggian yang sangat drastis. Saat ini, pihak berwenang belum dapat mengonfirmasi apakah laporan keadaan darurat tersebut disampaikan oleh kapten pilot atau co-pilot, sementara proses investigasi mendalam masih terus berlangsung untuk mengurai penyebab awal disintegrasi struktur pesawat tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ