Tekanan Besar di Sesi I: Dana Asing Cabut Rp831,55 M, Saham BBRI dan TLKM Jadi Sasaran Utama
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pasar saham Indonesia mencatatkan pergerakan signifikan pada perdagangan sesi I hari ini, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan berat hingga ditutup di level 4.963,06. Penurunan ini tercatat sebesar 133,77 poin atau 2,62%, menandakan sentimen negatif yang kuat dari para pelaku pasar. Aktivitas perdagangan menunjukkan volume mencapai 137,99 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp5,36 triliun. Tekanan ini diperparah oleh aliran keluar dana asing yang masif, di mana investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp831,55 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, nilai pembelian asing hanya mencapai Rp1,61 triliun, sementara nilai penjualannya melonjak hingga Rp2,44 triliun.
Keluaran dana asing ini memicu pergeseran portofolio pada sejumlah saham besar, khususnya di sektor perbankan dan infrastruktur. Berdasarkan data Stockbit, sepuluh saham mencatatkan aksi jual bersih paling tinggi, dengan dominasi emiten perbankan dan energi yang menjadi beban utama indeks. Para investor asing tampaknya memilih untuk melakukan profit taking atau penataan ulang portofolio mereka di tengah kondisi pasar yang kurang stabil ini.
BBRI dan TLKM Pimpin Aksi Jual Bersih Asing
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menempati posisi teratas dalam daftar top net foreign sell dengan nilai jual bersih mencapai Rp173,45 miliar, melibatkan volume 62,51 juta saham. Di posisinya kedua, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ikut tertekan dengan nilai jual bersih Rp95,77 miliar atau setara 50,44 juta saham. Tekanan jual juga terlihat pada emiten komoditas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai Rp69,40 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang dilepas sebanyak 481,70 juta saham senilai Rp59,93 miliar. Selain keempat nama tersebut, daftar sepuluh saham yang banyak dilepas asing meliputi:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp54,46 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp28,84 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp28,17 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp26,48 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp25,44 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp21,63 miliar
Asing Beralih ke Perbankan Syariah dan Blue Chip Pilih
Meskipun mengalami defisit besar, investor asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar, melainkan memindahkan dana mereka ke emiten terpilih. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi magnet bagi dana asing dengan aksi beli bersih terbesar senilai Rp37,87 miliar dengan volume 36,72 juta saham. Afirmasi terhadap sektor perbankan juga terlihat dari pembelian bersih pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp27,88 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp16,63 miliar. Selain perbankan, asing juga mengoleksi saham infrastruktur dan konsumsi seperti PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) senilai Rp13,42 miliar serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp12,34 miliar. Kehadiran dana asing pada emiten-emiten ini menunjukkan adanya selektivitas tinggi dalam portofolio mereka, di mana aset-aset tertentu dianggap lebih aman atau memiliki potensi pemulihan yang lebih baik dibandingkan sektor yang sedang mengalami tekanan jual massif.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Anjlok 3% ke 4.942, Tekanan Jual Dominasi di Tengah Pemilu Sela AS & Anjloknya Harga Minyak

OJK Targetkan Empat Bank Syariah Selevel BSI untuk Kuatkan Industri Keuangan Nasional

Aksi Jual Asing Masif Berbuah Maut, IHSG Jebol di Bawah 5.000 Sesi I
