Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Anjlok 3% ke 4.942, Tekanan Jual Dominasi di Tengah Pemilu Sela AS & Anjloknya Harga Minyak

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Anjlok 3% ke 4.942, Tekanan Jual Dominasi di Tengah Pemilu Sela AS & Anjloknya Harga Minyak
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam dengan anjlok 3,03% atau 154,52 poin, menyentuh level 4.942,31 pada pukul 13.45 WIB.
  • Penurunan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka di 5.126,53 dan menyentuh titik tertinggi harian di 5.143,58 pada awal perdagangan.
  • Tekanan jual yang masif menyeret indeks ke titik terendah harian di 4.941,53, menandai volatilitas pasar yang signifikan di tengah berbagai sentimen global dan domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam dengan anjlok 3,03% atau 154,52 poin, menyentuh level 4.942,31 pada pukul 13.45 WIB. Penurunan ini terjadi setelah indeks sempat dibuka di 5.126,53 dan menyentuh titik tertinggi harian di 5.143,58 pada awal perdagangan. Tekanan jual yang masif menyeret indeks ke titik terendah harian di 4.941,53, menandai volatilitas pasar yang signifikan di tengah berbagai sentimen global dan domestik.

Pasar keuangan Indonesia hari ini dibayangi ketidakpastian dari berbagai faktor. Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang diharapkan memberikan kejelasan arah kebijakan keuangan di tengah gejolak global. Sementara itu, dari luar negeri, dinamika politik Amerika Serikat dan pergerakan harga komoditas energi menjadi pendorong utama sentimen pasar.

Sentimen Global: Pemilu Sela AS dan Anjloknya Harga Minyak

Salah satu sentimen terbesar hari ini adalah Pemilu Sela Amerika Serikat yang digelar pada Selasa (3/11/2026). Partai Demokrat berupaya merebut kendali Kongres di tengah merosotnya popularitas Presiden Donald Trump. Menurut University of Florida Election Lab, lebih dari 57 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal, melampaui 46 juta pemilih pada pemilu sela 2022. Hasil pemilu ini berpotensi menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar global.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 7% pada Senin (2/11/2026) seiring harapan berakhirnya konflik AS-Israel-Iran. Minyak Brent turun 7,63% ke US$104,77 per barel, sementara WTI merosot 7,36% ke US$96,46 per barel. Pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Donald Trump mengenai potensi kesepakatan damai menjadi katalis utama penurunan harga. Bagi Indonesia sebagai importir neto minyak, penurunan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan APBN dan inflasi.

Respons Domestik: Rapat KSSK dan Data Manufaktur China

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menggelar rapat dan konferensi pers pada hari ini untuk membahas kondisi sistem keuangan Indonesia di kuartal III. Investor menantikan kebijakan baru dari anggota KSSK yang diharapkan dapat menstabilkan pasar modal dan rupiah. Pernyataan resmi KSSK juga diharapkan menjawab pertanyaan publik mengenai kejatuhan pasar modal serta dampak aturan baru pasar modal.

Sementara itu, data ekonomi global menunjukkan PMI Manufaktur China versi RatingDog turun tipis menjadi 52,0 pada Oktober 2026 dari 52,1 pada September. Meskipun melemah, angka ini melampaui perkiraan pasar sebesar 51,6 dan menandai ekspansi selama 11 bulan berturut-turut. Produksi tumbuh pada laju tercepat dalam enam bulan, didorong kenaikan pesanan baru dan peluncuran produk baru, dengan permintaan ekspor yang meningkat meski lajunya melambat. Kombinasi sentimen global dan domestik ini menciptakan lingkungan pasar yang kompleks bagi investor Indonesia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ