Sarana Jaya Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Aset demi Dorong Kinerja Bisnis di Jakarta
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Langkah strategis ini dipastikan berjalan berkesinambungan seiring dengan penetapan susunan kepemimpinan Dewan Pengawas yang baru oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM) pada Jumat ( 30/10 ).
- General Manager Sekretaris Perusahaan Sarana Jaya, Hifdzi Mujtahid , menegaskan bahwa potensi aset perusahaan sangat besar dan harus dikelola dengan pendekatan bisnis yang terukur.
- Penyegaran Dewan Pengawas dan Agenda Strategis 2026 Penguatan sinergi antar organ perusahaan ditandai dengan keputusan KPM yang menetapkan susunan kepemimpinan Dewan Pengawas periode terbaru.
Perumda Pembangunan Sarana Jaya mengakselerasi transformasi perusahaan melalui penguatan tata kelola organisasi dan optimalisasi portofolio aset guna mendongkrak kinerja bisnis serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta. Langkah strategis ini dipastikan berjalan berkesinambungan seiring dengan penetapan susunan kepemimpinan Dewan Pengawas yang baru oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM) pada Jumat (30/10).
General Manager Sekretaris Perusahaan Sarana Jaya, Hifdzi Mujtahid, menegaskan bahwa potensi aset perusahaan sangat besar dan harus dikelola dengan pendekatan bisnis yang terukur. Manajemen saat ini berfokus memastikan setiap aset memiliki arah pemanfaatan yang jelas untuk memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan, sekaligus mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Penyegaran Dewan Pengawas dan Agenda Strategis 2026
Penguatan sinergi antar organ perusahaan ditandai dengan keputusan KPM yang menetapkan susunan kepemimpinan Dewan Pengawas periode terbaru. Penetapan tersebut mencakup beberapa poin penting berikut:
- Penetapan Nurfitria Farhana sebagai Ketua Dewan Pengawas.
- Pengangkatan Ulin Niโam Yusron sebagai Sekretaris Dewan Pengawas.
- Penetapan anggota Dewan Pengawas lainnya untuk mendukung pengawasan strategis.
Hifdzi menyambut penyegaran ini sebagai momentum untuk mempererat kolaborasi antara Direksi dan Dewan Pengawas. Sejalan dengan arahan Rapat Umum Pemilik Modal (RUPM) Tahunan Tahun Buku 2025, perusahaan menjalankan sejumlah agenda prioritas, meliputi pelaksanaan rencana aksi hasil Diagnostic Performance Review pada 2026, penguatan pengelolaan likuiditas, percepatan sensus dan digitalisasi aset, hingga pengembangan sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income).
Transformasi Menuju Urban Development Company Berkelanjutan
Dalam mengelola portofolio aset, Sarana Jaya menerapkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya mengejar tingkat pemanfaatan, tetapi juga menjamin nilai ekonomi jangka panjang. Seluruh keputusan bisnis diwajibkan mempertimbangkan aspek legalitas, kelayakan usaha, efektivitas biaya, pengendalian risiko, serta kesesuaian kerja sama dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kinerja aset maupun mitra bisnis.
Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi bagi Sarana Jaya untuk terus mendorong transformasi menuju urban development company. Melalui penguatan bisnis properti, pengembangan kawasan perkotaan terintegrasi, dan peningkatan produktivitas properti komersial, perusahaan menargetkan peningkatan kinerja keuangan yang solid. "Komitmen kami adalah menghadirkan pengelolaan perusahaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai," pungkas Hifdzi, seraya menegaskan dukungan penuh Sarana Jaya terhadap transformasi Jakarta sebagai kota global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

PGN Raih Penghargaan Industri 2026: Emisi Turun 35,3% di Atas Target, Gas Bumi Jadi Pilar Transisi Energi

Pemerintah Siapkan Revisi Kebijakan DHE SDA, Dipastikan Tak Berkaitan dengan Operasional PT DSI

AIA Syariah Resmi Beroperasi Penuh, Perkuat Ekosistem Asuransi Berbasis Islam di Indonesia
