PGN Raih Penghargaan Industri 2026: Emisi Turun 35,3% di Atas Target, Gas Bumi Jadi Pilar Transisi Energi
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam mendorong transisi energi nasional melalui penguatan infrastruktur gas bumi dan pengembangan energi rendah karbon.
- Infrastruktur ini mencakup jaringan pipa transmisi dan distribusi serta moda non-pipa melalui gas alam terkompresi (CNG) dan gas alam cair (LNG), guna memperluas akses energi di dalam negeri.
- PGN juga melakukan studi kelayakan untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon ( Carbon Capture and Storage /CCS) guna mendukung rantai pasok amonia rendah karbon.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam mendorong transisi energi nasional melalui penguatan infrastruktur gas bumi dan pengembangan energi rendah karbon. Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyatakan bahwa strategi perusahaan berfokus pada optimalisasi gas bumi sebagai energi transisi, beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional dan pengurangan emisi secara signifikan.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengelola jaringan pipa gas bumi terintegrasi sepanjang lebih dari 33.000 kilometer yang melayani lebih dari 820.000 pelanggan di berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, UMKM, industri, hingga pembangkit listrik. Infrastruktur ini mencakup jaringan pipa transmisi dan distribusi serta moda non-pipa melalui gas alam terkompresi (CNG) dan gas alam cair (LNG), guna memperluas akses energi di dalam negeri.
Ekspansi Energi Rendah Karbon dan Proyek Biometana
Di samping bisnis inti gas bumi, PGN aktif menjajaki peluang energi rendah karbon, salah satunya melalui pengembangan biometana dari limbah cair pabrik kelapa sawit (POME). PGN menjalin kerja sama dengan PT Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia untuk proyek di Sumatera Selatan dengan target kapasitas produksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun, yang ditargetkan mulai menyalurkan biometana pada 2027.
PGN juga melakukan studi kelayakan untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) guna mendukung rantai pasok amonia rendah karbon. Dalam periode yang sama, pada akhir Oktober 2026, PGN menandatangani tujuh kesepakatan komersial dengan pemasok gas bumi domestik untuk memperkuat portofolio pasokan gas pipa dan LNG, memastikan keberlanjutan layanan kepada pelanggan.
Capaian Dekarbonisasi Melampaui Target dan Apresiasi Industri
Upaya dekarbonisasi PGN membuahkan hasil nyata; hingga Agustus 2026, Subholding Gas Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton CO₂ ekuivalen (tCO₂eq). Angka ini melampaui target yang ditetapkan untuk periode tersebut dengan selisih 35,3 persen. Secara kumulatif sejak 2025, penurunan emisi telah melampaui 68.500 tCO₂eq atau sekitar 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Atas kinerja tersebut, PGN meraih penghargaan "Most Outstanding Natural Gas Transition & Carbon Emission Reduction Excellence" dalam ajang Industry Award 2026. Penghargaan ini mengapresiasi kinerja bisnis, peran gas sebagai energi transisi, serta inovasi dekarbonisasi. "Melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PGN akan terus memperkuat layanan gas bumi sekaligus mengembangkan peluang bisnis energi rendah karbon secara bertahap," ujar Fajriyah.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

Pemerintah Siapkan Revisi Kebijakan DHE SDA, Dipastikan Tak Berkaitan dengan Operasional PT DSI

AIA Syariah Resmi Beroperasi Penuh, Perkuat Ekosistem Asuransi Berbasis Islam di Indonesia

Inflasi Melandai ke 3,23 Persen, Bank Danamon Proyeksikan BI-Rate Stabil di 6,25 Persen hingga Akhir 2026
