Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Cegah Gas Stranded: Pertamina EP Jambi dan PGN Teken Kontrak Rp1,6 Triliun Suplai 5 MMSCFD untuk Industri Sumatra

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: Antara News
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Cegah Gas Stranded: Pertamina EP Jambi dan PGN Teken Kontrak Rp1,6 Triliun Suplai 5 MMSCFD untuk Industri Sumatra
BAGIKAN:

Pertamina EP Jambi dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) resmi menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) berjangka tujuh tahun yang efektif berlaku mulai 1 Desember 2028. Kesepakatan strategis ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam dari Lapangan Sengeti yang selama ini terdampar (gas stranded) akibat keterbatasan akses pasar, dengan estimasi nilai kontrak mencapai Rp1,6 triliun untuk memasok volume gas lebih dari 5 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD).

Direktur 1 PT Pertamina EP, Muhamad Arifin, menyatakan bahwa skema komersialisasi ini membuat pengembangan Lapangan Sengeti menjadi layak direalisasikan secara finansial. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengurai tantangan infrastruktur dan pasar untuk memastikan potensi gas bumi nasional terserap maksimal, bukan hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mendukung transisi ke energi bersih.

Optimalisasi Pasokan untuk Sektor Industri dan Kelistrikan

Melalui kontrak ini, pasokan gas dari Lapangan Sengeti diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri serta kelistrikan di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Arah distribusi ini sejalan dengan target produksi gas Regional 1 Sumatra, di mana kontribusi gas dari Zona 1 ditargetkan sebesar 37 persen dari total produksi regional.

  • Volume Suplai: Lebih dari 5 MMSCFD sesuai ketentuan PJBG.
  • Nilai Kontrak: Estimasi mencapai Rp1,6 triliun.
  • Periode Efektif: Mulai 1 Desember 2028 selama 7 tahun.
  • Kontribusi Produksi: Lapangan Sengeti diproyeksikan menyumbang sekitar 4 persen dari total produksi gas Zona 1.

Secara prospektif, permintaan gas di Pulau Sumatra menunjukkan tren peningkatan seiring eskalasi kebutuhan energi domestik. Kondisi ini membuka peluang lebar bagi optimalisasi berbagai lapangan migas yang dikelola Pertamina EP agar dapat terserap secara maksimal di pasar dalam negeri.

Impak Ekonomi Daerah dan Sinergi Hulu-Hilir

Di luar aspek teknis ketahanan energi, proyek hulu migas ini diyakini menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Pemanfaatan gas sebagai sumber energi yang kompetitif diharapkan mampu mendongkrak perkembangan industri lokal, membuka ruang usaha baru, serta menyerap tenaga kerja di wilayah sekitar Kota Jambi.

Arifin menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam mendukung pemanfaatan sumber daya energi nasional secara optimal. "Ini memperkuat sinergi hulu-hilir untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri," tutupnya. Langkah ini memastikan bahwa aset gas yang sebelumnya terisolasi kini terintegrasi ke dalam jaringan pelanggan komersial PGN, memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi ekosistem nasional dan daerah.

Meow! Tanya Nesi!
😸