Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PBB: Situasi Kemanusiaan Taiz Yaman Memicu Krisis, 250.000 Warga Kehilangan Akses Layanan Dasar

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

PBB: Situasi Kemanusiaan Taiz Yaman Memicu Krisis, 250.000 Warga Kehilangan Akses Layanan Dasar
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Stephane Dujarric , Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperingatkan situasi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin kritis.
  • Dalam konferensi pers di New York pada Senin (2/11), Dujarric menegaskan bahwa seluruh akses jalan menuju kota tersebut kini tertutup akibat intensitas pertempuran yang membahayakan.
  • Konsekuensi paling fatal dari blokade militer ini adalah lumpuhnya rantai pasok, di mana tidak ada pasokan komersial yang dapat masuk untuk menyelamatkan masyarakat sipil yang terjebak di dalam kota.

Stephane Dujarric, Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperingatkan situasi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin kritis. Dalam konferensi pers di New York pada Senin (2/11), Dujarric menegaskan bahwa seluruh akses jalan menuju kota tersebut kini tertutup akibat intensitas pertempuran yang membahayakan. Konsekuensi paling fatal dari blokade militer ini adalah lumpuhnya rantai pasok, di mana tidak ada pasokan komersial yang dapat masuk untuk menyelamatkan masyarakat sipil yang terjebak di dalam kota.

Kondisi ini menciptakan krisis multidimensi yang menyentuh aspek kesehatan dan keselamatan dasar. Tekanan blokade yang telah berlangsung sejak 16 Oktober dilaporkan menghancurkan struktur logistik kota, membuat jutaan warga hidup dalam ketidakpastian ekstrem. Tanpa suplai barang pokok dan medis, ancaman kelaparan dan w penyakit meningkat drastis di antara penduduk Taiz yang masih bertahan.

Dampak Ganda: Akses Layanan Kesehatan Lumpuh

PBB mencatat dampak spesifik dari krisis ini dalam data demografis yang mengkhawatirkan. 250.000 warga Yaman kini tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan mencakup kelompok paling rentan yang sangat bergantung pada intervensi medis segera. Rincian populasi yang terdampak ini menunjukkan bahwa krisis ini tidak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga menargetkan masa depan generasi penerus dan kesehatan reproduksi perempuan.

  • 186.000 anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang rentan terhadap stunting dan penyakit.
  • 23.000 perempuan hamil yang membutuhkan pemantauan khusus dan layanan maternitas.

Angka tersebut menegaskan bahwa tanpa resolusi cepat, Taiz akan menghadapi krisis kesehatan publik yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Latar Konflik: Blokade Houthi dan Ancaman Kejahatan Hukum

Menurut laporan Financial Times, blokade ini merupakan bagian dari strategi kelompok Houthi yang mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Penguasaan kota strategis ini dilihat sebagai langkah taktis untuk membuka jalur gerak menuju Aden, tempat berkedudukannya pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Pekan lalu, Wakil Juru Bicara PBB Shirin Yaseen telah menyerukan kepada kelompok bersenjata Houthi untuk mengakhiri blokade di Taiz demi menjaga marwah hukum internasional dan hak asasi manusia.

Eskalasi konflik ini berakar dari pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menyerang bandara ibu kota saat pesawat delegasi Houthi hendak mendarat. Houthi menyalahkan Riyadh atas insiden tersebut dan kemudian menyatakan perang terhadap Arab Saudi, serta memberlakukan blokade maritim terhadap negara itu. Langkah-langkah balasan ini telah mempersempit ruang diplomasi, menjadikan intervensi PBB sebagai satu-satunya harapan untuk memulihkan stabilitas di Yaman.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ