IHSG Menguat 0,79% Ditopang Aksi Korporasi MDKA dan Ekspansi BEEF, Investor Asing Justru Catat Net Sell
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Senin (2/11) di zona hijau dengan penguatan 0,79% ke level 5.096,83. Kenaikan indeks ini didorong oleh performa impresif saham BRMS (+6,63%), CASA (+4,42%), dan BUMI (+7,56%). Meskipun indeks menguat, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp375,54 miliar di pasar reguler, yang menunjukkan adanya rotasi strategi di pasar domestik.
Penguatan IHSG juga ditopang oleh perubahan komposisi indeks setelah penghapusan saham HSC serta lonjakan harga saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, BUMI, BBCA, dan BREN. Dari sisi sektoral, 7 dari 11 sektor berakhir di zona positif, dipimpin oleh Sektor Basic Industry yang melonjak 2,12%, sementara sektor Health menjadi yang paling melemah dengan penurunan 0,64%.
Diversifikasi MDKA dan Ekspansi Peternakan BEEF
Pasar turut diperkuat oleh kabar aksi korporasi dari emiten tambang dan agribisnis. Merdeka Copper Gold (MDKA) menargetkan peningkatan kapasitas produksi emas Tambang Emas Pani menjadi 500.000โ700.000 ons per tahun melalui pembangunan dua fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Target ini melampaui kapasitas tahap pertama sebesar 250.000โ350.000 ons per tahun. Produksi emas MDKA pada kuartal III-2026 mencapai 50.142 ons, naik signifikan didukung peningkatan kapasitas heap-leach.
Sementara itu, Estika Tata Tiara (BEEF) mengakuisisi lahan seluas 30,05 hektare di Sukabumi untuk fasilitas peternakan sapi perah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ke bisnis pemerahan sapi, menyusul impor 250 ekor sapi perah pada awal 2026. Ekspansi ini menyasar peluang substitusi impor susu nasional yang masih didominasi impor mencapai 3,86 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan 4,68 juta ton.
Peluang Rights Issue Cipta Perdana dan Rekomendasi Teknis
Di sisi lain, Cipta Perdana Lancar (PART) berencana menerbitkan maksimal 8,00 miliar saham baru melalui HMETD I atau rights issue dengan nilai nominal Rp25 per saham. Dana hasil aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk modal kerja, mencakup pembelian bahan baku hingga distribusi. Rencana ini akan dimintakan persetujuan melalui RUPSLB pada 9 Desember 2026. Investor perlu memperhatikan potensi dilusi kepemilikan hingga 73,73% bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.
Tim analis memberikan 5 saham pilihan hari ini dengan target harga sebagai berikut:
- PTRO: Beli 2550-2570 | TP 2620-2670 | SL 2430
- INDY: Beli 1915-1925 | TP 1960-1995 | SL 1830
- MDKA: Beli 1960-1970 | TP 1995-2040 | SL 1855
Perlu diingat bahwa analisis dan rekomendasi ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Di Tengah Eskalasi Perang Arab, Laba Saudi Aramco Melonjak 34,6% di Kuartal III-2026

Jelaskan Isu Karhutla Singapura, KEEN Tegaskan Tidak Terlibat Secara Hukum maupun Operasional

Tekanan Besar di Sesi I: Dana Asing Cabut Rp831,55 M, Saham BBRI dan TLKM Jadi Sasaran Utama
