Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Fenomena Medis Langka: Wanita di Somaliland Jalani Operasi 'Hamil Batu' Setelah Tiga Tahun Menderita

KesehatanBudi SantosoBudi SantosoSumber: Detik Health
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Fenomena Medis Langka: Wanita di Somaliland Jalani Operasi 'Hamil Batu' Setelah Tiga Tahun Menderita
BAGIKAN:

Seorang wanita berusia 42 tahun asal Somaliland, Afrika, berhasil diselamatkan melalui tindakan pembedahan setelah mengeluhkan rasa sakit dan ganjalan berat di perutnya selama tiga tahun terakhir. Pemeriksaan medis mengungkap kondisi langka yang dikenal sebagai lithopedion atau fenomena "bayi batu", di mana janin yang meninggal di luar rahim mengalami kalsifikasi hingga mengeras sepenuhnya di dalam rongga perut pasien.

Kasus ini bermula ketika pasien merasakan gejala kehamilan normal tiga tahun silam, termasuk pembesaran perut dan gerakan janin. Namun, gerakan tersebut mendadak berhenti dan ukuran perut menyusut dengan sendirinya. Karena mengira itu hanya penumpukan lemak, ia tidak pernah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan hingga rasa nyeri tak tertahankan memaksanya mencari pertolongan medis.

Kronologi Penemuan Struktur Tulang Janin yang Mengapur

Pemeriksaan awal menggunakan ultrasonografi (USG) menunjukkan rahim pasien dalam keadaan kosong, tetapi terdapat gumpalan massa keras akibat penumpukan kalsium. Untuk memastikan bentuk pasti massa tersebut, tim dokter melakukan pemindaian CT Scan 3D. Hasilnya sangat mengejutkan karena memperlihatkan massa berukuran 18 x 13 cm yang berisi struktur tulang janin utuh. Temuan ini telah dipublikasikan secara resmi dalam International Medical Case Reports Journal Dove Medical Press.

Berdasarkan laporan medis tersebut, rincian struktur janin yang ditemukan meliputi:

  • Tengkorak kepala yang terbentuk utuh
  • Tulang belakang
  • Tulang rusuk
  • Tulang tangan dan kaki

Mekanisme Lithopedion dan Keberhasilan Tindakan Bedah

Secara medis, lithopedion berawal dari kehamilan ektopik jenis abdominal, yakni kondisi saat embrio menempel dan tumbuh di luar rahim, tepatnya pada dinding rongga perut. Janin berbagi ruang dengan organ vital seperti lambung, ginjal, dan usus, sehingga hampir mustahil bertahan hidup dan sangat membahayakan nyawa ibu akibat risiko pendarahan internal yang fatal. Ketika janin meninggal namun ukurannya terlalu besar untuk diserap kembali oleh tubuh, sistem imun ibu akan menganggap jaringan tersebut sebagai benda asing. Sebagai mekanisme pertahanan alami demi mencegah infeksi dan peradangan, tubuh secara bertahap membungkus sisa janin dengan endapan kalsium hingga mengeras menyerupai batu.

Tim dokter segera mengambil tindakan bedah abdominal untuk mengangkat seluruh massa janin yang mengapur dari panggul pasien. Meskipun sempat mengalami demam ringan dan mual pascaoperasi, kondisi pasien berhasil distabilkan dan ia diperbolehkan pulang dalam keadaan sehat. Pemantauan rutin selama enam bulan berikutnya menunjukkan bahwa pasien telah pulih sepenuhnya tanpa keluhan nyeri di bagian perutnya lagi.

Meow! Tanya Nesi!
😸