DBS Indonesia: Ekosistem AI Nasional Layak Tarik Investasi Besar, Asalkan Fundamental Ditempa
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Lim Chu Chong, Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, menegaskan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia yang kian matang membuka gerbang luas bagi masuknya investasi besar dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini dilontarkan dalam forum *Coffee Morning* bertajuk “Melampaui Adopsi AI: Apa Peran Indonesia dalam Ekonomi AI?” yang digelar pada Selasa (3/11/2026), menyoroti urgensi transformasi peran Indonesia dari sekadar pengguna teknologi menjadi pemain strategis dalam arsitektur ekonomi AI global.
Menurut Lim Chu Chong, ledakan adopsi AI oleh sektor usaha domestik telah menciptakan efek bergulir (*ripple effect*) yang signifikan. Kebutuhan akan pusat data (*data center*), kapasitas komputasi tinggi, dan infrastruktur pendukung fisik mulai mendesak. Dinamika ini tidak lagi terbatas pada fase uji coba teknologi, melainkan telah beranjak ke fase industrialisasi ekosistem digital yang membutuhkan skala ekonomi dan kelayakan komersial yang nyata.
Prasyarat Ekosistem: Dari Pasokan Energi hingga Regulasi yang Konsisten
Untuk mengubah potensi pasar domestik menjadi magnet bagi investor global dan domestik, Lim Chu Chong menggarisbawahi pentingnya penguatan fondasi struktural. Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur bukan lagi sekadar wacana, melainkan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh para pengambil kebijakan dan pelaku industri.
- Pasokan energi yang andal dan stabil serta ketersediaan air dalam jumlah memadai.
- Konektivitas jaringan yang kuat dan talenta terampil di bidang komputasi.
- Standar keamanan siber yang kokoh serta penyediaan modal yang efisien.
- Adanya permintaan yang jelas, eksekusi proyek yang kredibel, dan arus kas yang sehat.
- Penciptaan regulasi yang konsisten guna menjamin keberlanjutan investasi dalam jangka panjang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Di Tengah Eskalasi Perang Arab, Laba Saudi Aramco Melonjak 34,6% di Kuartal III-2026

Jelaskan Isu Karhutla Singapura, KEEN Tegaskan Tidak Terlibat Secara Hukum maupun Operasional

Tekanan Besar di Sesi I: Dana Asing Cabut Rp831,55 M, Saham BBRI dan TLKM Jadi Sasaran Utama
