Blusukan Maraton di Mamuju: Gibran Nekat Naik Motor Diguyur Hujan Demi Percepatan Pembangunan 3T
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Dalam blusukan tersebut, Gibran nekat mengendarai sepeda motor demi meninjau langsung pelaksanaan program bedah rumah bantuan pemerintah serta kondisi fasilitas pendidikan di Desa Bebanga.
- Ia bahkan sampai haru berjalan kaki untuk menembus titik jembatan putus demi menemui masyarakat setempat secara langsung, menegaskan kehadiran negara di kawasan yang terisolasi.
- Aksi blusukan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan dedikasi Wapres dalam memastikan program prioritas berjalan nyata, bukan sekadar wacana.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan keteguhan komitmen lapangan saat turun langsung ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11), meski harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan akses jalan yang rusak parah. Dalam blusukan tersebut, Gibran nekat mengendarai sepeda motor demi meninjau langsung pelaksanaan program bedah rumah bantuan pemerintah serta kondisi fasilitas pendidikan di Desa Bebanga. Ia bahkan sampai haru berjalan kaki untuk menembus titik jembatan putus demi menemui masyarakat setempat secara langsung, menegaskan kehadiran negara di kawasan yang terisolasi.
Aksi blusukan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan dedikasi Wapres dalam memastikan program prioritas berjalan nyata, bukan sekadar wacana. Fokus peninjauan di kawasan tersebut ditujukan pada pembenahan hunian rakyat dan infrastrukur dasar pendidikan yang selama ini menjadi keluhan warga di pelosok Mamuju. Kondisi lapangan yang berat tidak membuat langkah Gibran berhenti, justru menjadi bukti nyata pengawalan kebijakan pemerintah pusat hingga ke tingkat akar rumput.
Standar Sanitasi dan Janji Benahi Kawasan 3T
Dalam peninjauan bedah rumah, Gibran menginstruksikan agar pembangunan hunian tidak hanya berfokus pada struktur fisik, tetapi wajib memperhatikan standar sanitasi untuk menekan angka stunting. "Pembangunan harap juga memperhatikan sisi sanitasi dan kesehatan, sehingga bantuan bedah rumah ini bisa jadi salah satu bentuk intervensi untuk mencegah stunting," tegas Gibran. Di samping itu, saat menghadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang, Gibran berjanji akan mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah guna membenahi kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Gibran merespons berbagai keluhan masyarakat Kalumpang secara langsung, mulai dari krisis tenaga pengajar, akses jalan rusak, hingga keterbatasan jaringan internet. Di hadapan warga setempat, ia turut menggelorakan pesan moderasi beragama dan pentingnya pelestarian budaya daerah agar generasi muda tetap memelihara tradisi lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Dialog dengan Petani Kakao dan Dampak Infrastruktur
Agenda kunjungan kerja Wapres di Mamuju tidak berhenti pada sektor pendidikan dan sosial, tetapi juga menyasar ketahanan pangan melalui dialog langsung bersama para petani kakao. Menanggapi keluhan sulitnya mengakses pupuk subsidi akibat ketidaksesuaian data RDKK di tingkat kios serta anjloknya harga komoditas kakao, Gibran berjanji bakal berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencari solusi konkret.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gibran secara simbolis membagikan bantuan alat pompanisasi bagi kelompok tani setempat untuk menunjang produktivitas lahan pertanian. "Satu per satu kita tangani permasalahannya. Mulai dari pupuk, pompanisasi, hingga pembangunan infrastruktur pendukung," ujar Gibran. Kunjungan maraton ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pemerataan pembangunan serta pengawalan langsung program-program prioritas hingga ke pelosok daerah, memastikan tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam agenda transformasi nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Polda Metro Jaya Sediakan Layanan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta untuk Permudah Perpanjangan Pengemudi

Kemnaker Buka Gelombang Terakhir Registrasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 7, Deadline 11 November

BPS Catat Lonjakan Harga Cabai 23,47 Persen, Ancam Stabilitas Inflasi Pangan Nasional
