Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Airlangga Hartarto Lapor Prabowo: Manufaktur Ekspansif & Surplus Dagang Tembus US$10,6 Miliar

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Airlangga Hartarto Lapor Prabowo: Manufaktur Ekspansif & Surplus Dagang Tembus US$10,6 Miliar
BAGIKAN:

Perkembangan ekonomi makro Indonesia dilaporkan berada dalam zona positif berdasarkan data terkini yang dibawakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas di Istana Negara pada Senin (2/11/2026), Airlangga menyoroti penguatan indikator Purchasing Managers Index (PMI) yang kini mencapai angka 54, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Angka ini menandakan terjadinya ekspansi sektor manufaktur yang terkuat sejak Maret 2024, memberikan sinyal awal bahwa fondasi pertumbuhan industri nasional semakin kokoh di tengah dinamika global.

Keberhasilan ini tidak datang sendirian, melainkan ditopang oleh keseimbangan neraca perdagangan yang sehat. Untuk periode Januari hingga September 2026, Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$10,61 miliar. Pencapaian ini didorong oleh dominasi surplus nonmigas, sementara defisit di sektor migas masih menjadi tantangan struktural yang sedang diatasi. Airlangga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan diprediksi akan kondusif hingga akhir tahun ini.

Rincian Kinerja Makro: Surplus Dagang & Sentuhan Ekspor

Secara rinci, komponen perdagangan Indonesia menunjukkan ketahanan yang signifikan. Surplus pada September 2026 tercatat sebesar US$3,36 miliar, sebuah hasil neto setelah memperhatikan surplus nonmigas US$5,67 miliar dan defisit migas US$2,31 miliar. Tren positif juga terlihat dari sisi ekspor nasional yang tumbuh 5,58% menjadi US$221,23 miliar (Januari-September 2026). Berikut adalah poin-poin data kunci yang dilaporkan dalam rapat:

  • PMI Manufaktur: Mencapai 54, menandakan ekspansi yang kuat.
  • Surplus Neto (Jan-Sep 2026): US$10,61 miliar.
  • Sumber Surplus: Nonmigas sebesar US$34,21 miliar.
  • Defisit Migas: Mencapai US$23,6 miliar.
  • Total Ekspor: US$221,23 miliar dengan pertumbuhan 5,58% year-on-year.

Stabilitas Inflasi & Dukungan Para Menteri Ekonomi

Stabilitas harga juga menjadi fokus utama, di mana tingkat inflasi Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year) dan 2,4% secara year-to-date. Airlangga menjelaskan bahwa inflasi dipicu oleh harga volatile food (seperti cabai rawit dan ikan segar), makanan minuman, dan transportasi. Namun, ia optimistis karena core inflation hanya 2,56%, menunjukkan inti ekonomi yang stabil. Rapat ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wamen ESDM Yuliot Tanjung, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, yang menandakan komitmen lintas kementerian dalam menjaga kelangsukan ekonomi nasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸