Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

WIKA Catat Lonjakan Laba Usaha 162% di Kuartal III, Fokus pada Penyehatan Finansial

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: Detik Bursa & Emas
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

WIKA Catat Lonjakan Laba Usaha 162% di Kuartal III, Fokus pada Penyehatan Finansial
BAGIKAN:

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menunjukkan sinyal pemulihan kinerja yang signifikan dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp15,80 triliun pada Kuartal III 2026, meningkat 11,9% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh keberhasilan strategi transformasi bisnis yang menerapkan seleksi proyek ketat dengan prinsip four eyes serta mekanisme pembayaran yang berbasis progres, sehingga perusahaan mampu menjaga profitabilitas di tengah persaingan industri konstruksi yang ketat.

Penguatan Margin dan Efisiensi Operasional

Strategi operasional yang lean (ramping) mulai membuahkan hasil nyata, terlihat dari pertumbuhan laba kotor WIKA yang melonjak 44,4% menjadi Rp1,09 triliun. Margin laba kotor juga naik signifikan menjadi 12,11%, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 8,34%. Keberhasilan ini turut mengangkat laba usaha sebesar 162,1% menjadi Rp754,33 miliar, serta meningkatkan EBITDA dari operasi inti sebesar 148,4%. Efisiensi ini juga terukur dari menurunnya Operating Expense Ratio menjadi 5,34%, membuktikan bahwa pengelolaan biaya operasi telah lebih terkendali.

Dari sisi kesehatan keuangan, WIKA aktif melakukan penguatan fundamental dengan memangkas total utang sebesar Rp1,42 triliun pada kuartal ketiga ini. Penurunan tersebut terdiri dari pengurangan utang berbunga sebesar Rp505 miliar dan utang usaha sebesar Rp914,54 miliar. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa penguatan fundamental ini krusial untuk menjamin keberlanjutan bisnis. Ia menambahkan bahwa perusahaan kini fokus pada penciptaan nilai tambah bagi pemegang saham melalui operasional yang efisien dan berorientasi pada margin yang sehat.

Untuk melanjutkan proses penyehatan secara menyeluruh, WIKA menyatakan perlunya dukungan kolaboratif dari pemegang saham, kreditur, dan regulator. Dukungan ini vital untuk mendorong restrukturisasi komprehensif, pengembalian modal perusahaan, serta penyelesaian divestasi proyek penugasan kereta cepat yang selama ini membebani keuangan perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat menekan beban bunga dan kerugian, sekaligus memfasilitasi pembayaran kewajiban kepada 206 investor perorangan, 88 lembaga dana pensiun, serta 154 lembaga keuangan yang menjadi pemegang surat utang WIKA.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸