Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Valuasi Murah dan Yield Dividen Tembus 10%, Antam (ANTM) Diunggulkan di Tengah Gejolak IHSG

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Valuasi Murah dan Yield Dividen Tembus 10%, Antam (ANTM) Diunggulkan di Tengah Gejolak IHSG
BAGIKAN:

Di tengah koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) muncul sebagai kandidat utama pemegang saham untuk memetik cuan dividen melimpah. Sejumlah analis memprediksi yield dividen emiten pertambangan ini akan melampaui 10% pada tahun buku 2026, didorong oleh kas perusahaan yang melimpah dan kinerja keuangan yang melesat. JP Morgan bahkan menjadikan ANTM sebagai saham pilihan utama karena valuasinya yang dinilai masih murah serta potensi perhatiannya sebagai pelindung nilai alami dari pelemahan rupiah.

Riset global menunjukkan fundamental kuat yang menopang optimisme investor. Dalam analisis terkini, JP Morgan mencatat bahwa saham ANTM diperdagangkan dengan Price to Earnings Ratio (PER) 4 kali berdasarkan proyeksi 2027 dan yield dividen mencapai 14%. "Saham ANTM kini diperdagangkan dengan PER 4 kali berdasarkan proyeksi 2027 dan yield divided 14%. Pendapatan dan laba bersih Antam juga memiliki eksposur kuat dengan dolar AS sehingga bisa menjadi alat lindung nilai alami dari pelemahan rupiah," tulis JP Morgan, dikutip Senin (2/11/2026). Oleh karena itu, mereka menetapkan rekomendasi overweight dengan target harga Rp4.700.

Sinyal Positif dari Analis Lokal dan Global

Senada dengan JP Morgan, Indo Premier Sekuritas menilai sektor komoditas akan menjadi pencetak kinerja terbaik di tengah prospek makro yang kurang menguntungkan. Indo Premier memprediksi yield dividen ANTM bisa mencapai 12,3% pada 2027 dan 12,7% tahun berikutnya, dengan rekomendasi buy dan target harga Rp3.700. Sementara itu, Sucor Sekuritas memperkirakan ANTM mampu meraup arus kas bebas (free cash flow) Rp9-10 triliun per tahun dalam tiga tahun ke depan. "Ini membuka ruang besar bagi peningkatan investasi dan pengembalian kepada para pemegang saham," tulis Sucor. Dengan asumsi rasio dividen 65%, yield dividen ANTM mencapai 10% dengan target harga Rp5.500.

Kinerja Keuangan Melesat hingga September 2026

Proyeksi optimistis ini didasarkan pada data fundamental perseroan yang solid hingga September 2026. Secara terperinci, pencapaian keuangan Antam periode tersebut adalah sebagai berikut:

  • Laba bersih tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
  • EBITDA naik 45% menjadi Rp13,48 triliun.
  • Pendapatan meningkat 23% menjadi Rp88,48 triliun.
  • Total aset mencapai Rp59,74 triliun, naik 24% YoY.
  • Kas dan setara kas tumbuh 14% menjadi Rp10,54 triliun.

Kinerja operasional ini ditopang oleh arus kas bersih dari aktivitas operasi yang melonjak 26% menjadi Rp5,06 triliun dan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp87,92 triliun, naik 29%. Kombinasi antara potensi yield dividen yang menarik dan fundamental keuangan yang menguat ini menjadikan Antam pilihan rasional bagi investor yang mengincar kepastian pengembalian di tengah volatilitas pasar.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸