Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Di Tengah Gejolak IHSG, ANTM Disorot: Yield Dividen Potensial Tembus 14% dengan Target Harga Rp5.500

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Di Tengah Gejolak IHSG, ANTM Disorot: Yield Dividen Potensial Tembus 14% dengan Target Harga Rp5.500
BAGIKAN:

Di tengah tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang signifikan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru muncul sebagai primadona investasi dengan potensi yield dividen yang menarik. Beberapa analis sekuritas global dan lokal meyakini bahwa kinerja keuangan emiten tambang ini yang melesat, dipadukan dengan posisi kas yang melimpah, akan menghasilkan imbal hasil dividen di atas 10% untuk tahun buku mendatang. Sentimen positif ini diperkuat oleh rekomendasi dari JP Morgan yang menjadikan ANTM sebagai saham pilihan strategis untuk melindung diri dari pelemahan nilai tukar rupiah.

Dukungan Analis dan Proyeksi Imbal Hasil Tinggi

JP Morgan merekomendasikan overweight saham ANTM dengan target harga Rp4.700. Perbankan asal Amerika Serikat ini menilai saham ANTM diperdagangkan dengan PER (rasio harga terhadap laba) 4 kali berdasarkan proyeksi 2027, menawarkan yield dividen mencapai 14%. "Pendapatan dan laba bersih Antam memiliki eksposur kuat terhadap dolar AS, sehingga bisa menjadi alat lindung nilai alami dari pelemahan rupiah," tulis JP Morgan dalam risaah risetnya. Senada, Indo Premier Sekuritas memprediksi yield dividen ANTM akan mencapai 12,3% pada 2027 dan 12,7% tahun berikutnya, dengan rekomendasi buy dan target harga Rp3.700.

Sementara itu, Sucor Sekuritas memberikan pandangan paling optimis dengan menetapkan target harga tertinggi di Rp5.500, jauh melampaui harga terakhir saham di kisaran Rp2.620. Prognosis ini didasarkan pada estimasi free cash flow perusahaan yang diprediksi mencapai Rp9-10 triliun per tahun dalam tiga tahun ke depan, jauh lebih besar daripada kebutuhan belanja modal yang hanya sekitar Rp1,5 triliun per tahun.

Kinerja Keuangan Fundamentaly dan Peluang bagi Investor

Kepercayaan analis ini bertumpu pada kinerja fundamental ANTM yang solid hingga kuartal III 2026. Dalam periode Januari-September 2026, laba bersih perseroan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun, sementara pendapatan naik 23% menjadi Rp88,48 triliun. Posisi keuangan perusahaan juga semakin tebal dengan total aset yang melonjak 24% menjadi Rp59,74 triliun dan kas serta setara kas senilai Rp10,54 triliun. Arus kas operasi yang sehat sebesar Rp5,06 triliun menunjukkan kapasitas perusahaan yang kuat untuk melakukan distribusi keuntungan kepada pemegang saham secara berkelanjutan.

Meow! Tanya Nesi!
😸