Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen, Didukung Efisiensi Operasional dan Penguatan Margin EBITDA
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- PT Phapros Tbk (PEHA), anak usaha PT Kimia Farma Tbk , mencatat lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 311,58 persen pada kuartal III atau sepanjang Januari–September 2026, mencapai nilai Rp31,60 miliar.
- Kenaikan signifikan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang solid dan perbaikan margin laba yang substansial, menandai pemulihan kinerja perusahaan yang sebelumnya mengalami tekanan pada 2024.
- Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Senin, Intan menegaskan bahwa peningkatan efisiensi operasional tersebut adalah kunci utama di balik membaiknya indikator keuangan perusahaan.
PT Phapros Tbk (PEHA), anak usaha PT Kimia Farma Tbk, mencatat lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 311,58 persen pada kuartal III atau sepanjang Januari–September 2026, mencapai nilai Rp31,60 miliar. Kenaikan signifikan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang solid dan perbaikan margin laba yang substansial, menandai pemulihan kinerja perusahaan yang sebelumnya mengalami tekanan pada 2024.
Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa perbaikan profitabilitas ini tercermin dari peningkatan margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang naik menjadi 15 persen dari posisi sebelumnya di 13,2 persen. Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Senin, Intan menegaskan bahwa peningkatan efisiensi operasional tersebut adalah kunci utama di balik membaiknya indikator keuangan perusahaan.
Detail Kinerja Keuangan dan Dampak Strategi Efisiensi
Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, penjualan Phapros tumbuh 15,07 persen menjadi Rp786,57 miliar. Secara spesifik, kinerja keuangan kuartal III 2026 menunjukkan tren positif yang konsisten di hampir seluruh pos:
- Selisih HPP terhadap penjualan turun menjadi 48,8 persen dari 50,6 persen, berkat peningkatan efisiensi harga pokok penjualan yang hanya naik 11,04 persen.
- Laba kotor naik 19,19 persen menjadi Rp402,53 miliar dengan margin 51,2 persen.
- Laba usaha melonjak 55,90 persen menjadi Rp80,97 miliar, meskipun beban usaha meningkat 12,93 persen.
- Arus kas bersih aktivitas operasi melesat 142,85 persen menjadi Rp129,96 miliar.
Peningkatan efisiensi ini juga didukung oleh penurunan beban keuangan menjadi Rp34,27 miliar. Strategi yang diterapkan meliputi penguatan modal kerja, pengendalian biaya ketat, pengembangan portofolio produk, serta transformasi sistem bisnis yang telah berjalan sejak 2025.
Proyeksi Lanjutan dan Kestabilan Arus Kas
Dengan total aset yang meningkat menjadi Rp1,45 triliun per akhir September 2026 dan kas serta setara kas mencapai Rp157,54 miliar, Phapros menunjukkan fundamental keuangan yang semakin sehat. Intan Abdams Katoppo menyatakan optimisme bahwa tren positif kinerja keuangan akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk melanjutkan pengendalian biaya dan peningkatan keandalan operasional guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan usaha.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

LPS Ungkap 25 Juta Penduduk Dewasa Indonesia Belum Miliki Rekening Bank

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar
