Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Antara Pasar Modal
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kementerian UMKM dan BEI Akselerasi 200 UKM Menuju Pasar Modal Lewat Go Public Academy
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menyiapkan sekitar 200 usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti program Go Public Academy for SMEs .
  • Dipimpin oleh Deputi Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman , inisiatif ini berangkat dari proses pemetaan mendalam terhadap sekitar 3.300 perusahaan .
  • Dari basis data tersebut, dipilih 200 perusahaan yang dinilai memiliki potensi berkembang dan kesiapan administratif yang memadai untuk menjadi perusahaan terbuka.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menyiapkan sekitar 200 usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti program Go Public Academy for SMEs. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat kesiapan UKM dalam mengakses pendanaan melalui pasar modal, membuka jalur baru bagi pelaku usaha untuk memperluas kapasitas bisnis mereka secara signifikan di kancah investasi nasional.

Dipimpin oleh Deputi Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, inisiatif ini berangkat dari proses pemetaan mendalam terhadap sekitar 3.300 perusahaan. Dari basis data tersebut, dipilih 200 perusahaan yang dinilai memiliki potensi berkembang dan kesiapan administratif yang memadai untuk menjadi perusahaan terbuka.

Peran Strategis Bank Himbara dan Target Ekspansi UMKM

Dalam mendukung proses ini, kementerian turut mendorong perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI, untuk terlibat secara aktif melalui perusahaan sekuritas masing-masing. Peran utama bank-bank ini adalah mendampingi UKM dalam penyusunan prospektus dan persyaratan lainnya menuju IPO. Bagus menegaskan, capaian 42 emiten UKM yang saat ini melantai di Papan Akselerasi BEI—yang telah mengumpulkan permodalan total sebesar Rp2 triliun—menjadi bukti nyata bahwa pasar modal menjadi instrumen pendanaan yang efektif. Saat ini, satu perusahaan telah berhasil naik ke Papan Pengembangan dan sekitar delapan lainnya berpindah ke Papan Utama.

Para kandidat peserta program ini akan menerima pembinaan komprehensif yang mencakup:

  • Penguatan fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan.
  • Penyempurnaan kualitas dan transparansi informasi keuangan.
  • Pemahaman mendalam mengenai proses penawaran umum perdana saham (IPO).

Visi Pasar Modal dan Fondasi RISE To IPO

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan kolaborasi dari program RISE To IPO yang telah berjalan sejak 2025. Di tengah dinamika ekonomi global, pasar modal Indonesia yang saat ini memiliki 33,4 juta investor dan 962 perusahaan tercatat dinilai sangat potensial sebagai alternatif pendanaan bagi UKM yang membutuhkan injeksi likuiditas besar untuk pertumbuhan. Melalui pembinaan terstruktur ini, diharapkan UKM tidak hanya mampu melantai di bursa, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui transparansi dan efisiensi modal yang lebih baik, sekaligus memperkuat ekosistem investasi domestik.

Meow! Tanya Nesi!
😸