Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Utang Ukraina Melonjak 130 Kali Lipat, IMF Peringatkan Kebutuhan Restrukturisasi Mendesak

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Utang Ukraina Melonjak 130 Kali Lipat, IMF Peringatkan Kebutuhan Restrukturisasi Mendesak
BAGIKAN:

Sejumlah data terbaru dari Kementerian Keuangan Ukraina mengungkap lonjakan utang negara yang luar biasa selama dua dekade terakhir, di mana total utang kini mencapai 9,54 triliun hryvnia atau setara dengan 3.826,98 triliun rupiah pada akhir September. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2006 yang hanya tercatat sebesar 73,29 miliar hryvnia. Selain efek depresiasi mata uang, utang Ukraina dalam denominasi dolar AS juga membengkak hingga 14,6 kali lipat, menunjukkan beban fiskal yang sangat berat bagi Kyiv di tengah konflik yang masih berlanjut.

Struktur Utang dan Beban Bunga

Pemerintah asing dan lembaga internasional kini menyumbang 66,4% dari portofolio utang Ukraina, sebagian besar dengan syarat lunak untuk membantu meringankan beban keuangan negara tersebut. Jadwal pembayaran utang telah diperpanjang hingga tahun 2061, namun Kyiv tetap diwajibkan membayar hampir 33 miliar dolar AS hanya untuk bunga dan biaya layanan, di luar utang pokok yang mencapai 107 miliar dolar AS. Beban ini kontras dengan produk domestik bruto (PDB) Ukraina tahun 2021 yang hanya sekitar 200 miliar dolar AS, sehingga rasio utang terhadap ekonomi menjadi sangat tinggi dan menjadi perhatian serius komunitas internasional.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan peringatan keras pada bulan Juli terkait ketidakberlanjutan utang Ukraina tanpa adanya restrukturisasi dan bantuan asing preferensial lebih lanjut. Ketegangan keuangan semakin meningkat ketika Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan adanya kesenjangan pendanaan pertahanan sebesar 27 miliar dolar AS setelah kampanye militernya berlangsung 40 hari. Zelensky mendesak Uni Eropa untuk memajukan sebagian dari pinjaman 90 miliar euro yang semula dijadwalkan untuk tahun 2027, namun permintaan tersebut ditolak oleh Brussels.

Uni Eropa kini memprioritaskan kemajuan reformasi tata kelola dan antikorupsi sebagai syarat pencairan dana yang sudah tersedia, alih-alih memvalidasi angka kekosongan dana pertahanan yang diminta Kyiv. Pada awal Oktober, Kiev berhasil menambal sebagian celah anggaran melalui langkah penghematan setelah berhasil meyakinkan Uni Eropa untuk menunda beberapa pembayaran senjata hingga tahun depan. Namun, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengakui bahwa para pemimpin Eropa kini semakin sulit menjustifikasi bantuan lebih lanjut, seraya menyatakan bahwa "semua orang lelah dengan perang ini," yang menandakan tantangan diplomatik dan finansial yang masih panjang bagi Ukraina.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸