Truk Molen Rem Blong Hantam Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Sebuah tragedi maut mengguncang Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi, pada Minggu (1/11/2026), ketika sebuah truk molen dengan nomor polisi B 9548 MV kehilangan kendali dan menabrak kerumunan orang. Insiden mengerikan ini disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman, tepatnya rem blong atau jebret rem pecah, yang membuat sopir tidak mampu menguasai kemudi. Akibatnya, truk tersebut oleng ke sisi kiri jalan dan membentur para korban yang sedang berada di depan tembok bangunan di tepi jalan, menewaskan enam orang serta melukai enam lainnya.
Daftar Korban dan Respons Penanganan Medis
Kedua belas korban yang terlibat dalam kecelakaan ini diidentifikasi dan dibawa ke tiga rumah sakit berbeda untuk penanganan medis. Enam korban yang meninggal dunia terdiri dari Adisa, Siti Habiah, Adiaha Raiqa Syafia, Siti Nur Latifah, Muhamad Ferdiansa, dan Soemiyati. Jenazah korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang dan RSUD Kota Bekasi. Sementara itu, enam korban lainnya yang mengalami luka-luka, termasuk beberapa anak di bawah umur seperti Sodik, Raihan, dan Fatuh, dirawat intensif di RS Juwita serta RS Siloam Rawa Panjang.
Pengamanan Pengemudi dan Rencana Investigasi Ilmiah
Sesuai laporan Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Joko Sembodo, pengemudi truk bernama Tumija telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Sebagai bagian dari proses investigasi, truk molen yang terlibat diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta penelusuran rekaman CCTV untuk memastikan kronologi kejadian secara akurat.
Komandan Unit Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Putu Kholis, menyatakan dukacita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Ia menegaskan bahwa respons cepat telah dilakukan dengan mengerahkan seluruh anggota untuk memberikan pertolongan pertama. Untuk memastikan transparansi dan keakuratan penyebab kecelakaan, tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan akan turun pada Senin (2/11) guna merekonstruksi kejadian secara ilmiah menggunakan pendekatan scientific crime investigation.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Kronologi Geger: ART di Jaktim Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 5 Tahun Sambil Live Video Call

Tragedi Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Polisi Bidik Pertanggungjawaban Perusahaan

Polda Metro Genjot Penyidikan Kasus Bertrand Peto, RS Polri Temukan Jejak Kekerasan pada Jasad Balita di Jaksel
