Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Surplus Neraca Perdagangan September Tembus 10,61 Miliar Dolar AS, IHSG Menguat ke 5.096

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Antara Pasar Modal & Antara News
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Surplus Neraca Perdagangan September Tembus 10,61 Miliar Dolar AS, IHSG Menguat ke 5.096
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat 39,78 poin atau 0,79 persen ke posisi 5.096,83. Kenaikan ini didorong oleh data neraca perdagangan domestik periode Januari-September 2026 yang mencatat surplus 10,61 miliar dolar AS, angka yang lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar. Di saat yang sama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mencatatkan kenaikan 2,72 poin atau 0,53 persen ke posisi 517,89.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau Nico, menjelaskan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh pertumbuhan ekspor yang melampaui perkiraan serta perlambatan impor yang tidak terduga. "IHSG menguat didukung oleh surplus neraca perdagangan September 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Detail Surplus dan Reformasi Indeks BEI

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci bahwa surplus perdagangan barang sepanjang periode tersebut ditopang oleh kinerja komoditas nonmigas yang mencatat surplus 34,21 miliar dolar AS. Sebaliknya, perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 23,60 miliar dolar AS. Di sisi regulator, BEI resmi menerapkan reformasi besar dengan mengecualikan 81 saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan saham tinggi (High Shareholding Concentration) dari perhitungan indeks acuan. Kebijakan ini dipercepat sebagai respons atas peringatan MSCI terkait potensi reklasifikasi status pasar modal Indonesia.

Sentimen Mancanegara dan Performa Sektor

Dari mancanegara, bursa Asia didominasi penguatan yang didorong oleh kenaikan kontrak berjangka saham AS dan penurunan harga minyak, menyusul laporan dimulainya kembali diplomasi AS-Iran. Pelaku pasar kini juga mencermati rilis kinerja keuangan emiten serta pemilihan paruh waktu di AS. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dipimpin oleh sektor barang baku yang naik 2,12 persen, diikuti sektor energi (1,53 persen) dan industri (1,40 persen). Sementara itu, empat sektor melemah dipimpin sektor kesehatan yang turun 0,64 persen. Frekuensi perdagangan tercatat 1,43 juta kali transaksi dengan volume 12,42 miliar lembar saham senilai Rp34,64 triliun, di mana 363 saham naik, 341 menurun, dan 259 stagnan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸