PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela 2,5 Juta Ton per Tahun untuk 18 Tahun
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi mengamankan pasokan gas alam cair (LNG) dari Wilayah Kerja (WK) Masela sebesar 2,5 juta ton per tahun dengan kontrak jangka panjang selama 18 tahun. Langkah strategis ini diumumkan oleh Plh. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, sebagai upaya memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik kelompok PLN dalam jangka panjang. Pengamanan volume sebesar ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung keandalan sistem kelistrikan Indonesia.
Secara teknis, pasokan tahunan tersebut setara dengan sekitar 40 kargo LNG. Secara keseluruhan, total pasokan yang ditargetkan mencapai 600 kargo LNG atau setara 37,5 juta ton (MT). Aset ini diproyeksikan mulai beroperasi dan mendukung kebutuhan gas pembangkit PLN di berbagai wilayah Indonesia pada akhir tahun 2030.
Strategi Fundamental Buyer dan Keselarasan RUPTL 2025β2034
Kerja sama ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025β2034 yang memproyeksikan pertumbuhan kebutuhan listrik nasional. Rakhmad Dewanto menegaskan bahwa PLN EPI berperan sebagai fundamental buyer untuk mendukung pengembangan lapangan hulu migas, sehingga proyek dapat segera dieksekusi. Hal ini menjadi wujud optimalisasi potensi gas bumi domestik yang signifikan untuk menopang infrastruktur kelistrikan.
Untuk memastikan diversifikasi pasokan, PLN EPI juga mengembangkan portofolio South Hub. Sumber ini berasal dari beberapa wilayah kerja migas utama, yang dirancang untuk beroperasi pada periode 2027β2037:
- Muara Bakau
- East Sepinggan
- Ganal
- West Ganal
Total volume pasokan South Hub ini diperkirakan mencapai sekitar 191 kargo LNG atau setara 11,2 juta ton.
Penguatan Infrastruktur Midstream dan FSRU
Selain mengamankan pasokan, PLN EPI memperkuat kesiapan infrastruktur midstream gas untuk menjangkau berbagai sistem kelistrikan. Pengembangan ini mencakup pembangunan empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Infrastruktur ini bertujuan memfasilitasi rantai pasok lengkap, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, regasifikasi, hingga penyaluran gas ke pembangkit listrik.
Rakhmad Dewanto menyatakan bahwa ke depan, PLN EPI akan terus menyelaraskan strategi pengadaan energi primer dengan proyeksi kebutuhan listrik nasional. Dengan penguatan portofolio dari WK Masela dan South Hub, PLN EPI berkomitmen membangun rantai pasok energi primer yang tangguh, terintegrasi, dan adaptif guna menjamin keberlanjutan sektor ketenagalistrikan Indonesia.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Menanti Arahan Fraksi, Gerindra Tunda Putusan Sikap Soal Polemik Ijazah Gibran ke Masa Sidang November

Menko Polkam Dudung Abdurachman: Perdamaian Aceh Aset Berharga, Isu Otsus dan Blang Padang Segera Diklarifikasi

Bahlil Lahadalia Revisi Regulasi Tambang: Prioritas Izin untuk UMKM dan BUMD Demi Keadilan Hilirisasi
