Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Menko Polkam Dudung Abdurachman: Perdamaian Aceh Aset Berharga, Isu Otsus dan Blang Padang Segera Diklarifikasi

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Antara News
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Menko Polkam Dudung Abdurachman: Perdamaian Aceh Aset Berharga, Isu Otsus dan Blang Padang Segera Diklarifikasi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Komitmen ini ditegaskan dalam rapat lintas kementerian di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (2/11), yang bertujuan memberikan kepastian hukum serta memulihkan kepercayaan masyarakat dalam bingkai NKRI.
  • Menko Polkam menekankan bahwa penghormatan terhadap kekhususan Aceh harus diwujudkan lewat pembangunan berkeadilan dan pemerintahan akuntabel.
  • "Perdamaian Aceh merupakan aset bangsa yang harus terus kita rawat," ujar Dudung.

Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), menegaskan bahwa perdamaian Aceh merupakan aset strategis bangsa yang wajib dijaga melalui penanganan tuntas isu strategis, termasuk keberlanjutan dana otonomi khusus (Otsus), status Lapangan Blang Padang, dan pengaturan bendera daerah. Komitmen ini ditegaskan dalam rapat lintas kementerian di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (2/11), yang bertujuan memberikan kepastian hukum serta memulihkan kepercayaan masyarakat dalam bingkai NKRI.

Menko Polkam menekankan bahwa penghormatan terhadap kekhususan Aceh harus diwujudkan lewat pembangunan berkeadilan dan pemerintahan akuntabel. "Perdamaian Aceh merupakan aset bangsa yang harus terus kita rawat," ujar Dudung. Ia menjelaskan bahwa penyelesaian ketiga isu ini memerlukan koordinasi antar-lembaga agar mampu menjawab kebutuhan daerah secara komprehensif.

Konsolidasi Kebijakan Otsus dan Tata Kelola Lahan Blang Padang

Dalam konteks dana otonomi khusus, pemerintah menyadari penurunan alokasi dari dua persen menjadi satu persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional menuntut evaluasi mendalam. Evaluasi ini diarahkan untuk mengukur dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan, serta kualitas pendidikan dan kesehatan. "Pembahasan alokasi, jangka waktu, dan tata kelolanya perlu segera dituntaskan bersama DPR RI," tegas Dudung. Selain itu, kejelasan hukum untuk Lapangan Blang Padang menjadi krusial, mengingat kawasan tersebut melibatkan kepentingan pertahanan Kodam Iskandar Muda. Pemerintah Aceh, TNI, dan masyarakat perlu menemukan formula tata kelola bersama yang adil, memperhatikan aspek sejarah dan wakaf.

"Kami menegaskan negara hadir untuk memastikan penyelesaian status lahan Blang Padang secara adil dan berkepastian hukum," lanjutnya. Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi kendala perencanaan dan pengawasan agar pemanfaatan dana semakin efektif.

Dialog Konstruktif Bendera Daerah dan Dampak Jangka Panjang

Persoalan bendera Aceh yang telah bergulir sejak disahkannya Qanun Nomor 3 Tahun 2013 dituntut diselesaikan melalui dialog konstruktif. Solusi harus menyeimbangkan penghormatan identitas lokal dengan kerangka hukum nasional, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mendesak percepatan penyelesaian isu lahan dan bendera agar tidak menjadi beban sejarah.

"Kita segera selesaikan secepat mungkin agar tidak menjadi beban sejarah," ujar Yusril. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa UU Pemerintahan Aceh 2006 adalah produk MoU Helsinki untuk menjaga perdamaian pasca-konflik. Penyelesaian isu-isu ini diharapkan memperkuat persatuan nasional.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ