Kabar Duka: BNPB Pastikan Santunan Rp20 Juta untuk Keluarga Korban Longsor Lumajang
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa keluarga korban tanah longsor yang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan menerima dana santunan duka cita sebesar Rp20.000.000 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menegaskan di Jakarta bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran negara dalam menghadapi tragedi yang menimpa warga Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, tersebut.
Tragedi ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Pronojiwo sejak Jumat (30/10) hingga Sabtu (31/10) dini hari. Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, material longsor menimbun sebuah rumah yang mengakibatkan dua orang tewas. Kedua korban yang berhasil dievakuasi tersebut diketahui merupakan seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang baru berusia 9 tahun. Selain santunan tunai, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta material bangunan seperti semen dan bata untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Akses Jalur Alternatif
Meskipun situasi di lokasi kejadian sedang ditangani, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Potensi cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga tinggi masih mengancam wilayah tersebut, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan lereng dan daerah rawan longsor. Imbauan ini disampaikan mengingat curah hujan yang tinggi dalam durasi lama dapat memicu pergerakan tanah secara tiba-tiba.
Akses menuju lokasi bencana sempat terkendala akibat genangan banjir di sejumlah titik jalur dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kondisi ini memaksa tim gabungan dan masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif via Probolinggo. Saat ini, akses jalan Malang-Lumajang dilaporkan telah kembali normal, namun Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lumajang masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengamanan area serta distribusi bantuan darurat.
Pendistribusian Bantuan Darurat dan Penanganan Lanjutan
Penanganan darurat terus difokuskan pada keamanan lokasi dan distribusi logistik. Selain terpal yang disalurkan untuk tempat penampungan darurat, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan dasar korban selamat dan keluarga terdampak terpenuhi secara memadai. Koordinasi antara BNPB dan pemerintah daerah lokal menjadi kunci dalam memastikan tidak ada lagi korban tambahan serta mempercepat proses rehabilitasi pascabencana.
- Santunan duka cita Rp20 juta disalurkan per keluarga korban meninggal.
- Korban: Seorang ayah (40 tahun) dan putrinya (9 tahun).
- Bantuan fisik: Paket sembako, semen, bata, dan terpal.
- Imbauan: Waspada hujan lama di kawasan lereng rawan longsor.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendes Yandri Susanto Komitmen Atasi Stunting dari Hulu: Dampak Ekonomi, Kesehatan, hingga Target Jangka Panjang 2045

264 Pati dan Pamen Polri Dimutasi: Penyegaran Strategis untuk Hadapi Tantangan Kompleks

Modus Baru Jaringan Narkotika: Tiga Bandar Sabu di Morowali Dibekuk Gunakan Aplikasi AI 'METEOR'
