⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pangan RI Aman, Amran Sulaiman Klaim Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pangan RI Aman, Amran Sulaiman Klaim Stok Beras Nasional Tembus 25 Juta Ton
BAGIKAN:

Indonesia memastikan ketahanan pangannya tetap solid di tengah ketegangan global yang mendorong 33 negara untuk menyiapkan stok darurat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 25 juta ton, jauh melampaui kebutuhan bulanan yang hanya berkisar 2,5 juta ton. Klaim ini menjadi sorotan utama mengingat banyak negara, termasuk Inggris dan Jepang, mulai mengimbau warganya untuk menyimpan persediaan makanan minimal tiga hingga tujuh hari sebagai antisipasi terhadap gangguan rantai pasok dan konflik geopolitik.

Fondasi Ketahanan Pangan dan Swasembada

Berdasarkan data per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka ini ditopang oleh potensi panen dari tanaman padi yang siap dipanen (standing crop) sebesar 10 juta ton serta stok di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) sekitar 10 juta ton. Amran menilai swasembada beras tanpa impor merupakan fondasi krusial untuk melindungi bangsa dari risiko disrupci perdagangan internasional yang dapat terjadi akibat konflik berskala besar atau serangan siber pada infrastruktur logistik.

Strategi Antisipatif dan Peningkatan Produksi

Untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan, Kementerian Pertanian memperkuat program strategis seperti optimalisasi lahan, pompanisasi, dan perbaikan jaringan irigasi. Penyediaan benih unggul serta peningkatan produktivitas menjadi fokus utama, disertai langkah antisipatif menghadapi ancaman perubahan iklim dan potensi kekeringan. Pemerintah berkomitmen tidak bergantung pada pasokan luar negeri, karena ketergantungan impor dinilai berisiko tinggi ketika negara-negara mitra menahan ekspor di tengah gejolak global.

Amran menegaskan bahwa kondisi pangan yang aman saat ini tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Fokus ke depan adalah terus meningkatkan produksi dalam negeri, memperkuat cadangan, dan memberikan perlindungan maksimal bagi petani. "Ada keringat petani dan ada negara yang hadir," pungkasnya, menekankan bahwa sinergi antara sektor pertanian dan dukungan pemerintah adalah kunci utama menjaga stabilitas pangan Indonesia di masa depan yang semakin dinamis.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸