Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon Endemik untuk Pulihkan Tahura Bukit Soeharto
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran menjadi prioritas melalui penanaman 1.000 bibit pohon di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, pada Sabtu (31/10). Kegiatan kolaboratif antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan komunitas Borneo Kind ini berlangsung di kilometer 47 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, menandai langkah konkret dalam memulihkan ekosistem lokal. Fokus utama dari inisiatif ini adalah reboisasi menggunakan flora asli daerah untuk memperkuat ketahanan lingkungan di sekitar kawasan strategis IKN.
Pelaksanaan penanaman ini tidak hanya bersifat simbolik, melainkan didasari oleh kebutuhan konservasi yang mendesak di lahan bekas kebakaran hutan. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penghijauan harus dibudayakan sebagai rutinitas, bukan sekadar acara seremonial yang berakhir setelah foto bersama. Komitmen ini sejalan dengan visi keberlanjutan lingkungan yang dijunjung tinggi oleh otoritas pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Rincian Varietas dan Komitmen Rutinitas Otorita IKN
Bibit yang ditanam terdiri atas jenis pohon kayu-kayuan endemik Kalimantan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
- Balangeran dan Bangkis, dikenal dengan kekuatan kayunya.
- Tengkawang dan Kapur, sebagai pohon industri penting.
- Gaharu, yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi tinggi.
- Nyamplung dan Meranti, yang membantu ekosistem hutan.
Pengakuan ini merefleksikan pergeseran paradigma dari pembangunan fisik semata ke pembangunan berbasis ekologi. Dengan menjadikan reboisasi sebagai aktivitas rutin, Otorita IKN berharap dapat membentuk budaya hijau yang mengakar di kalangan pejabat dan staf negara. Pendekatan ini diyakini dapat memberikan efek domino positif terhadap tanggung jawab sosial lingkungan di sektor publik lainnya.
Peran Komunitas dan Gerakan Save Our Forest
Keterlibatan Borneo Kind menunjukkan bagaimana komunitas kreator konten modern dapat berkontribusi nyata dalam isu lingkungan. Ketua Borneo Kind, Wawan Irawan, menjelaskan bahwa komunitas tersebut berevolusi dari sekadar pembuat konten menjadi wadah partisipasi publik untuk mengatasi masalah ekologis. "Hari ini adalah bagian dari bagian kita melawan isu Karhutla yaitu dengan cara menanam pohon," kata Wawan. Kegiatan ini merupakan seri pertama dari rangkaian gerakan "Save Our Forest" yang direncanakan terus berlanjut.
Wawan menyoroti bahwa Tahura Bukit Soeharto merupakan kawasan konservasi kaya dengan beragam flora dan fauna yang membutuhkan perlindungan khusus. Ia berharap gerakan ini mampu menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemulihan lingkungan. Kolaborasi antara otoritas negara dan komunitas sipil ini menjadi model sinergi yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan hutan Kalimantan Timur dan mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di masa depan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Menanti Arahan Fraksi, Gerindra Tunda Putusan Sikap Soal Polemik Ijazah Gibran ke Masa Sidang November

Menko Polkam Dudung Abdurachman: Perdamaian Aceh Aset Berharga, Isu Otsus dan Blang Padang Segera Diklarifikasi

Bahlil Lahadalia Revisi Regulasi Tambang: Prioritas Izin untuk UMKM dan BUMD Demi Keadilan Hilirisasi
