Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kolaborasi Puskesmas dan Dokkes Polres Pastikan 140 Pengungsi Banjir di Aceh Selatan Terjaga Sehat

KesehatanBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kolaborasi Puskesmas dan Dokkes Polres Pastikan 140 Pengungsi Banjir di Aceh Selatan Terjaga Sehat
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • 140 pengungsi terdampak banjir di Kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, kini menjalani pemeriksaan kesehatan intensif untuk memastikan kondisi fisik mereka stabil.
  • Layanan medis langsung ini merupakan respons cepat terhadap meningkatnya risiko kesehatan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
  • Upaya penangan kesehatan ini dipimpin oleh Linda Kusuma , Kepala UPTD Puskesmas Ladang Rimba.

140 pengungsi terdampak banjir di Kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, kini menjalani pemeriksaan kesehatan intensif untuk memastikan kondisi fisik mereka stabil. Kolaborasi strategis antara UPTD Puskesmas Ladang Rimba dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Aceh Selatan ini menjadi garda terdepan dalam mencegah meluasnya penyakit menular di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah. Layanan medis langsung ini merupakan respons cepat terhadap meningkatnya risiko kesehatan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Upaya penangan kesehatan ini dipimpin oleh Linda Kusuma, Kepala UPTD Puskesmas Ladang Rimba. Ia menjelaskan bahwa tim medis bekerja bersama personel kepolisian untuk memberikan pelayanan terpadu di lokasi pengungsian. Pendekatan ini dipilih karena mobilitas pengungsi terbatas dan membutuhkan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau tanpa harus berpindah lokasi yang jauh. Kehadiran tenaga profesional dari kedua instansi ini memastikan bahwa setiap keluhan fisik dapat dideteksi dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Lima Penyakit Dominan Menghantui Posko Pengungsian

Dari hasil pendataan klinis, tim medis mengidentifikasi lima keluhan penyakit paling banyak dialami para pengungsi. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan pengungsian yang berubah-ubah memengaruhi kesehatan jiwa dan raga warga. Rincian penyakit yang diderita para pengungsi meliputi:

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
  • Dermatitis atau gangguan peradangan kulit
  • Hipertensi
  • Gastritis atau gangguan lambung
  • Gout arthritis atau peradangan sendi akibat penumpukan asam urat

Linda Kusuma menegaskan bahwa tidak semua keluhan dapat diatasi hanya dengan pengobatan awal di posko. Sebagian pengungsi yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut telah dirujuk ke UPTD Puskesmas Ladang Rimba. "Untuk pengungsi yang kondisinya membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan, kami arahkan ke Puskesmas Ladang Rimba agar mendapatkan pelayanan medis sesuai kebutuhan," katanya. Proses rujukan ini dilakukan secara selektif untuk mengutamakan keselamatan pasien dengan gejala yang lebih berat.

Komitmen Siaga Malam Hadapi Dampak Berkepanjangan Bencana

Antisipasi terhadap potensi lonjakan kasus kesehatan tidak berhenti di siang hari saja. Kepala Puskesmas tersebut mengungkapkan bahwa seluruh tenaga kesehatan bersama personel Dokkes Polres Aceh Selatan akan tetap bersiaga hingga malam hari. "Kehadiran petugas hingga malam hari menjadi penting, mengingat kondisi kesehatan pengungsi dapat berubah sewaktu-waktu, sementara sebagian warga masih harus bertahan di tempat pengungsian setelah rumah mereka terdampak banjir," kata Linda Kusuma. Siaga malam ini menjadi kunci untuk merespons gawat darurat yang mungkin terjadi saat jam istirahat, memastikan tidak ada pengungsi yang tertinggal dalam penanganan kesehatan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ