Kemensos Apresiasi Banyumas: 8.217 Agen Perlinsos Dorong Akurasi Data Bansos
Mengulas sejarah kebudayaan Islam dan tokoh-tokoh penting dalam agama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja ribuan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dalam arahannya, Gus Ipul mengungkapkan kebanggaannya karena Banyumas mencatatkan pencapaian di atas rata-rata nasional, dengan 209.176 kepala keluarga terdata dalam Sistem Perlinsos, atau 32,21% lebih tinggi dari rerata nasional. "Banyumas, kita buktikan Pak Bupati, yang masuk Sistem Perlinsos kita ada 209.176 Kepala Keluarga atau 32,21% lebih tinggi dari rata-rata nasional, Banyumas istimewa," ujar Gus Ipul. Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di GOR Satria Purwokerto, yang dihadiri 3.540 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Dapur Kolaborasi: Data Terintegrasi dan Peran Relawan
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data bukan hanya tanggung jawab Kementerian Sosial, melainkan hasil kolaborasi masif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pilar-pilar sosial, hingga tingkat RT/RW. Secara teknis, sistem Perlinsos digital ini terintegrasi secara ketat dengan berbagai basis data vital negara. "Jadi datanya terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan Samsat, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan PLN, terhubung dengan BPJS Kesehatan, terhubung dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan nanti akan terhubung dengan semua data milik pemerintah," jelas Gus Ipul. Dalam sistem yang terpusat ini, penentuan kelayakan bantuan sosial tidak lagi bersifat subjektif oleh petugas, melainkan diproses menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Peran para Agen Perlinsos, yang di Banyumas terdiri dari 8.217 orang, difokuskan sebagai relawan yang mengedukasi dan membantu masyarakat dalam registrasi ulang dan mekanisme usul-sanggah. Contoh nyata di lapangan datang dari Muhammad Mubarok, perangkat Desa Cilongok, yang berhasil mendaftarkan 360 warga. Mubarok menjelaskan bahwa sistem digital memudahkan proses koreksi data; seorang warga yang awalnya dinilai tidak layak, dapat didaftarkan ulang berdasarkan kondisi ekonomi riil melalui mekanisme sanggah hingga akhirnya statusnya berubah menjadi penerima bantuan.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan dukungannya terhadap integrasi data ini karena dapat secara signifikan memperkecil margin of error atau tingkat kesalahan data, sehingga penyaluran bantuan menjadi jauh lebih tepat sasaran. Keberhasilan digitalisasi Perlinsos di Banyumas ini juga dirayakan dengan penampilan kreatif dari siswa Sekolah Rakyat, mulai dari drama musikal hingga tari gumebyar, yang menunjukkan semangat gotong royong dalam mewujudkan Indonesia sejahtera melalui data yang akurat dan transparan.
BERITA TERKAIT (Agama)

Banjir Lahar Semeru Tenggelam Permukiman, Warga Diminta Waspada Radius 500 Meter

Rajiv Tembus 555 Titik Reses, Tekankan Konsistensi Mewakil Aspirasi Warga Bandung Barat

Kapolda Metro Kunjungi SMAN 82, Ajak Siswa Miliki Integritas Digital dan Karakter Kuat
