Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebakaran Jakbar Naik 9,51 Persen, FKDM Digemblar Jadi Garda Depan Penanganan Krisis

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Metro
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kebakaran Jakbar Naik 9,51 Persen, FKDM Digemblar Jadi Garda Depan Penanganan Krisis
BAGIKAN:

Jakarta (ANTARA) - 100 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Barat mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran di kantor Wali Kota pada Senin, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan di tengah lonjakan kasus kebakaran di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi krusial mengingat intensitas kebakaran di Jakarta Barat (Jakbar) pada periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat naik 9,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang menuntut respons cepat dari elemen masyarakat. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, menegaskan bahwa simulasi ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis agar anggota FKDM mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing.

Pelatihan Praktis dan Perubahan Pola Kebakaran

Dalam sesi simulasi, peserta menerima pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik memadamkan api menggunakan karung goni basah, termasuk penanganan kebakaran akibat kebocoran gas. Ketua FKDM Jakarta Barat, Boby Hendrawan, mengapresiasi pelatihan ini karena anggota FKDM bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia berharap pengetahuan ini dapat diteruskan melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan. "Deteksi dini tidak hanya berkaitan dengan potensi konflik sosial, tetapi juga kerawanan bencana seperti kebakaran," ujar Boby.

Data resmi menunjukkan perubahan pola kebakaran yang signifikan di Jakbar. Peningkatan paling dramatis terjadi pada kebakaran sampah, melonjak dari 9 kejadian pada 2025 menjadi 63 kejadian pada 2026. Di sisi lain, kebakaran bangunan perumahan justru menurun dari 111 menjadi 78 kejadian. Berikut rincian perubahan intensitas kebakaran di Jakarta Barat (Januari-Agustus 2025 vs 2026):

  • Kebakaran sampah: dari 9 menjadi 63 kejadian.
  • Kebakaran instalasi luar gedung: dari 66 menjadi 74 kejadian.
  • Kebakaran tumbuhan: dari 9 menjadi 25 kejadian.
  • Kebakaran lapak: dari 8 menjadi 12 kejadian.
  • Kebakaran bangunan perumahan: turun dari 111 menjadi 78 kejadian.
  • Kebakaran bangunan umum/dagang: turun dari 80 menjadi 70 kejadian.

Peran Vital FKDM dalam Mitigasi Bencana

Peningkatan total 29 kejadian kebakaran menunjukkan bahwa tantangan mitigasi bencana di Jakarta Barat semakin kompleks. FKDM diharapkan tidak hanya berperan dalam deteksi dini konflik sosial, tetapi juga dalam edukasi preventif kebakaran, terutama pada risiko kebakaran sampah dan instalasi luar gedung yang terus meningkat. Kolaborasi antara FKDM dan Gulkarmat menjadi model efektif untuk menekan angka korban dan kerugian materi di masa mendatang.

Meow! Tanya Nesi!
😸