Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Ibu Lansia Dituduh Senggol Mobil Sebelum Tewaskan Pemotor di Kembangan, Polisi Ungkap Kronologi

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ibu Lansia Dituduh Senggol Mobil Sebelum Tewaskan Pemotor di Kembangan, Polisi Ungkap Kronologi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Menurut keterangan saksi mata, insiden ini bermula saat pengemudi minibus Avanza menyenggol kendaraan roda empat lain sebelum akhirnya menabrak korban hingga tewas di tempat.
  • Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat melibatkan pelaku yang disebut-sebut sebagai lansia.
  • Asep, seorang sekuriti yang bertugas di sekitar lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa pengemudi mobil tersebut adalah seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor berinisial HS di Jalan Kembang Elok 6, Kembangan, Jakarta Barat, Senin pagi, ternyata memiliki kronologi yang lebih kompleks dari sekadar tabrakan langsung. Menurut keterangan saksi mata, insiden ini bermula saat pengemudi minibus Avanza menyenggol kendaraan roda empat lain sebelum akhirnya menabrak korban hingga tewas di tempat. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat melibatkan pelaku yang disebut-sebut sebagai lansia.

Asep, seorang sekuriti yang bertugas di sekitar lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa pengemudi mobil tersebut adalah seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun. "Yang bawa mobil itu ibu-ibu, mobil Avanza, usianya sekitar 60 tahunan, udah lansia gitu lah. Jadi, dari awal, dia udah nyenggol mobil. Ini kesaksian dari teman-teman yang jaga pagi, ya," ujar Asep. Setelah menyenggol mobil pertama, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan mengarah ke motor korban. "Iya, enggak tahu nabrak atau nyenggol lah bahasanya. Terus, dia mengarah ke sini, nabrak lagi motor di sini. Nyangkut tadi motornya," tambah Asep. Akibat tabrakan tersebut, motor korban terseret beberapa meter hingga akhirnya berhenti.

Pengakuan Sekuriti dan Proses Penangkapan Pengemudi

Asep menjelaskan bahwa pengemudi minibus bernomor polisi B-1920-BRB itu tidak menyadari telah menabrak korban. Mobil baru berhenti setelah seorang sekuriti lain yang bertugas memanggil serta menegur sang pengemudi. "Jadinya, (pengemudi mobil) itu dia enggak sadar, kalau habis nabrak. Sama teman saya yang aplusan (bertugas) terus disetopin 'Bu, itu ada orang (korban pemotor)', baru mobil berhenti," tutur Asep. Skenario kronologi ini didukung oleh keterangan resmi kepolisian yang mengonfirmasi adanya penyenggolan sebelum kejadian fatal tersebut terjadi.

Secara teknis, proses penangkapan dan penanganan awal dilakukan oleh saksi di lokasi sebelum pihak kepolisian tiba.

  • Tokoh Kunci: Asep, Sekuriti setempat dan saksi mata.
  • Kendaraan Terkait: Minibus Avanza polisi B-1920-BRB.
  • Korban: Pengendara motor HS, tewas di TKP.
Kejadian berlangsung di dekat Gereja Kristus Yesus Puri Indah, sebuah area yang cukup ramai di pagi hari.

Kronologi Resmi Polisi dan Dampak FataLitas

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, mengonfirmasi bahwa korban mengalami cedera parah yang mengakibatkan kematian. "Mengalami luka pada bagian kepala, robek, meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara)," ungkap Joko. Kondisi cedera kepala yang fatal tersebut menjadi penyebab utama tewasnya korban di lokasi kejadian tanpa sempat dilarikan ke rumah sakit.

Menurut AKP Joko, mobil yang dikemudikan oleh perempuan berinisial LL melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Kembang Elok 6. "Setibanya di dekat Gereja Kristus Yesus Puri Indah, menabrak sepeda motor yang dikendarai korban," ujar Joko. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di jalur komuter dan perlunya evaluasi ulang terhadap protokol keselamatan lalu lintas di area Kembangan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ