Pramono Anung Tegaskan JIS Tetap Jadi Kandang Utama Persija Meski Diguyur 15 Permohonan Konser

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan penegasan tegas bahwa Jakarta International Stadium (JIS) akan tetap berfungsi sebagai markas utama Persija Jakarta, terlepas dari antusiasme tinggi terhadap acara hiburan. Pernyataan ini dirilis di Balai Kota, Senin, untuk meredam spekulasi publik bahwa stadion ikonik tersebut akan lebih sering digunakan untuk gelaran musik daripada olahraga. "JIS tetap sebagai kandang utamanya Persija", ujar Pramono, menekankan prioritas stadion ini dalam mendukung klub sepak bola kebanggaan Ibu Kota.
Konfirmasi ini menjadi penting mengingat lonjakan permohonan penggunaan JIS yang luar biasa. Pramono mengungkapkan bahwa saat ini telah tercatat 15 konser besar yang secara resmi mengajukan izin untuk digelar di stadion tersebut. Popularitas JIS sebagai venue konser didorong oleh peningkatan signifikan dalam infrastruktur transportasi. Tidak hanya mudah diakses, stadion ini kini juga terhubung dengan kawasan Ancol, memberikan opsi parkir alternatif bagi para penonton yang menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kemacetan di sekitar stadion dapat diminimalkan.
Prioritas Perbaikan Rumput dan Hak Penamaan
Salah satu kekhawatiran utama penggemar sepak bola adalah kondisi lapangan rumput setelah digunakan untuk konser, di mana pemasangan panggung dan lampu sering kali merusak substrat rumput. Namun, Pramono memberikan jaminan teknis bahwa proses pemulihkan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. "Dua minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan", tegasnya. Jaminan ini memastikan bahwa jadwal lig a tidak akan terganggu secara permanen oleh aktivitas hiburan. Di sisi lain, JIS kini menjadi magnet bagi investor; sejumlah perusahaan telah mengajukan penawaran untuk mendapatkan hak penamaan (naming rights) stadion, meskipun Pramono memilih untuk menahan diri menyebutkan nama-nama korporasi yang berminat tersebut.
Dampak Kepastian terhadap Ekosistem Persija
Kepastian status JIS sebagai kandang Persija membawa dampak positif bagi stabilitas operasional klub dan penghidupan ekonomi lokal. Dengan jaminan logistik bahwa stadion selalu siap digunakan untuk laga resmi, Persija dapat melakukan perencanaan jangka panjang dengan lebih percaya diri. Selain itu, integrasi transportasi yang lebih baik antara JIS dan Ancol tidak hanya menguntungkan penyelenggara konser, tetapi juga memudahkan mobilitas pendukung Persija saat datang mendukung tim mereka. Langkah strategis ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI berhasil menyeimbangkan peran JIS sebagai pusat olahraga kompetitif sekaligus destinasi hiburan kelas dunia, memastikan keberlanjutan aset publik yang prestisius.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wagub Bali Pantau Langsung Pencarian 2 Wisatawan Hilang di Glamping Pelaga Pascan Longsor

TNI AL Uji Kelayakan Operasi Helikopter di KRI Siriwjaya-100, Simulasikan Penanggulangan Bencana

Kadin Proyeksi Peluang Ekspansi Pajak Digital Nasional Mulai 9 November 2026
