Kadin Unggah Tiga Rekomendasi Kunci ke Prabowo untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Nasional
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi mengajukan tiga rekomendasi strategis hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika global. Rekomendasi ini difokuskan pada penguatan bantalan ekonomi, menjamin ketersediaan bahan baku produksi, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha agar Indonesia dapat bersaing secara efektif. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dan swasta untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Fokus Penguatan Bantalan Ekonomi dan Rantai Pasok
Salah satu poin krusial dari rekomendasi tersebut adalah penguatan "bantalan" ekonomi yang mencakup penjagaan arus kas sektor usaha dan negara, stabilitas fiskal daerah, serta perlindungan daya beli rumah tangga. Anindya menjelaskan bahwa bantalan ini esensial agar industri dan usaha rakyat memiliki daya tahan saat menghadapi guncangan eksternal. Selain itu, Kadin mendorong penguatan rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir agar produksi masyarakat terhubung langsung dengan akses pembiayaan dan pembeli, sehingga sektor riil dapat terus bergerak dinamis.
Dukungan Ekspor dan Penanaman Modal Asing
Untuk menggaet investasi dan mendorong ekspor, Kadin mengangkat dua jargon utama: Buy from Indonesia dan Buy Indonesia. Jargon Buy from Indonesia ditujukan untuk meningkatkan volume ekspor produk dalam negeri ke pasar global. Sementara itu, Buy Indonesia merupakan ajakan kepada investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia, baik melalui investasi langsung (foreign direct investment) maupun investasi portofolio melalui pembelian saham dan surat utang negara. Kedua strategi ini diharapkan mampu menambah cadangan devisa dan menciptakan lapangan kerja baru.
Peserta Rapimnas 2026 yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2026 telah menghimpun masukan dari perwakilan Kadin di 38 provinsi serta berbagai asosiasi usaha. Hasil diskusi ini kemudian dirumuskan oleh Komisi A, B, dan C menjadi rekomendasi komprehensif. Anindya menambahkan bahwa rencana pertemuan dengan Presiden telah dikonfirmasi oleh Sekretariat Kabinet untuk hari Sabtu (31/10), yang akan menjadi momen penting untuk memperkuat semangat gotong royong dalam narasi Indonesia Incorporated.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Emiten TAPG Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Rekaman pada 12 November 2026

IHSG Raih Penguatan 0,95% di Sesi I, Asing Borong 10 Saham Ini Meski Catat Net Sell

23 UKM Diproyeksi IPO di BEI, Mayoritas dari Sektor FB
