Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Jatim Raih Satya JKN Awards 2026: Khofifah Perketat Kepatuhan Pekerja dalam Program JKN

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Jatim Raih Satya JKN Awards 2026: Khofifah Perketat Kepatuhan Pekerja dalam Program JKN
BAGIKAN:

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi para buruh dengan mengefektifkan kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan karyawannya ke Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi nyata dari program Jatim Sehat yang menekankan bahwa hak atas kesehatan adalah akses universal, bukan privilese. Pernyataan tegas tersebut dilontarkan saat merenungkan prestasi daerahnya yang baru saja mengukir sejarah di tingkat nasional.

Apresiasi Nasional untuk Dedikasi Lokal

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil menyabet penghargaan bergengsi Satya JKN Awards 2026 dalam kategori Pemerintah Daerah Provinsi. Penghargaan ini secara spesifik diberikan kepada entitas daerah yang menunjukkan tingkat komitmen tertinggi dalam menegakkan kepatuhan badan usaha terhadap kepesertaan JKN. Bagi Khofifah, lonceng penghargaan ini adalah penanda bahwa kerja keras dalam menyelaraskan kebijakan macro-regional dengan kebutuhan mikro pekerja telah membuahkan hasil yang dapat diukur. Motivasi ini akan menjadi pengungkit untuk memperluas cakupan layanan, memastikan tidak ada lagi pekerja yang terabaikan dari sistem jaminan kesehatan nasional.

Sinergi Kebijakan dan Nawa Bhakti Satya

Upaya perlindungan ini sejalan dengan penguatan Nawa Bhakti Satya, khususnya dalam pilar kesehatan. Melalui sejumlah terobosan seperti program Kesehatan Inklusif, Preventif, dan Aksesibel (KIPA), layanan Tantistas (Pelayanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas), serta inisiatif Desa Sehat, Jawa Timur membangun ekosistem kesehatan yang berlapis. Penguatan layanan rujukan menjadi penutup siklus tersebut, memastikan bahwa dari desa hingga pusat, infrastruktur medis bekerja secara sinergis. Dengan integrasi antara kepatuhan perusahaan dan kualitas layanan publik, Jawa Timur terus memantapkan posisinya sebagai pelopor aksesibilitas kesehatan di Indonesia Timur.

Meow! Tanya Nesi!
😸