Wisatawan ke Jakarta Capai 8,58 Juta Perjalanan, Naik 6,37 Persen Sepanjang September 2026
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju wilayah ibu kota pada September 2026 mencapai 8,58 juta perjalanan. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,37 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama pada 2025, meskipun terdapat koreksi 6,17 persen secara bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta memverifikasi bahwa lonjakan tahunan ini menandakan bahwa daya tarik wisata di Jakarta tetap kuat di tengah dinamika mobilitas nasional.
Meski fokus pada data lokal Jakarta, statistik ini tidak dapat dipisahkan dari tren makro wisata domestik di Indonesia. BPS RI mencatat bahwa Pulau Jawa masih mendominasi peta perjalanan wisnus secara nasional. Pulau Jawa meraup 62,61 juta perjalanan pada September 2026, yang menyumbang 64,75 persen dari total pergerakan wisatawan domestik. Dari total itu, Jawa Barat memimpin sebagai provinsi tujuan dengan 16,55 juta perjalanan, disusul Jawa Timur (15,72 juta) dan Jawa Tengah (12,87 juta). Posisi Jakarta yang menjadi simpul utama metropolitan membuat data perjalanan ke ibu kota sangat relevan dalam mengukur denyut ekonomi dan mobilitas di Jawa.
Distribusi Tujuan dan Asal Perjalanan Wisnus di DKI Jakarta
Dari sisi distribusi ruang, Jakarta Selatan membuktikan dirinya sebagai magnet utama wisata dengan total 2,1 juta perjalanan atau menyumbang 27,51 persen dari seluruh pergerakan wisnus ke Jakarta. Peringkat berikutnya dihuni oleh Jakarta Pusat (21,39 persen), Jakarta Timur (18,62 persen), Jakarta Barat (16,31 persen), Jakarta Utara (15,75 persen), dan Kepulauan Seribu (0,41 persen). Sebaliknya, jika melihat dari sisi asal (outbound) perjalanan wisnus dari Jakarta ke daerah lain, totalnya mencapai 8,5 juta perjalanan, yang turun 11,16 persen secara bulanan dari Agustus 2026, namun tetap naik 4,73 persen secara tahunan dibandingkan September 2025.
Secara spesifik, penduduk yang berasal dari Jakarta Selatan mendominasi pergerakan keluar dengan 2,09 juta perjalanan (proporsi 24,67 persen), disusul Jakarta Timur (2,01 juta perjalanan atau 23,63 persen). Perbandingan nasional menunjukkan pergerakan Jakarta yang masif dibandingkan daerah lain. Jawa Barat menyumbang perjalanan asal terbesar secara nasional dengan 17,34 juta perjalanan (17,93 persen dari total nasional), diikuti Jawa Timur (15,04 juta atau 15,55 persen) dan Jawa Tengah (12,36 juta atau 12,78 persen). Perbandingan ini menegaskan peran Jakarta sebagai pusat gravitasi pergerakan turis domestik yang tetap tinggi walau terjadi fluktuasi bulanan.
Dampak Tren Mobilitas terhadap Industri Kreatif Ibu Kota
Lonjakan total 8,58 juta perjalanan wisnus ke Jakarta secara tahunan memiliki implikasi langsung bagi sektor perhotelan, kuliner, dan atraksi wisata. Kenaikan sebesar 6,37 persen terhadap September 2025 membuktikan bahwa ibu kota masih menjadi prioritas tujuan utama bagi masyarakat domestik. Dengan konsentrasi tertinggi di area Jakarta Selatan dan Pusat, pelaku industri terkait dapat menyoroti kedua wilayah tersebut sebagai titik fokus utama dalam strategi pengembangan produk, promo, dan layanan. Tren ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem pariwisata lokal yang tetap resilien di 2026.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Jelang HUT Marinir, 450 Personel Gabungan Bersihkan Pantai Kalibaru untuk Jaga Ekosistem Pesisir Jakarta

Dorong Beralih ke Air Pipaan, Jakpus dan PAM Jaya Sosialisasikan Denda Minimum 10 Meter Kubik per Bulan

Respons Tegas Jaktim: Patroli Gabungan Digelar di Hutan Kota Cawang Pasca Viral Video Dugaan Aktivitas Asusila
